Duka di Tanah Rantau! PMI Asal Kabupaten Serang Meninggal, Fakta Terlambatnya Kabar Ungkap Bahaya Jalur Ilegal

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat melayat ke rumah duka PMI Siti Muijah di Kecamatan Lebak Wangi

i

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat melayat ke rumah duka PMI Siti Muijah di Kecamatan Lebak Wangi

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi pekerja migran yang berangkat melalui jalur non-prosedural. Peringatan ini disampaikan setelah meninggalnya Siti Muijah, warga Kampung Ragas, Desa Purwodadi, Kecamatan Lebak Wangi. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, turun langsung melayat ke rumah duka pada Kamis, 2 April 2026, mewakili Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

 

Dalam kunjungan tersebut, Najib menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk empati sekaligus perhatian terhadap nasib pekerja migran asal daerah.

 

“Kami turut berduka cita. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan amal ibadahnya diterima,” ujar Najib dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.

 

Ia didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Serang, Diana Andhianty Utami. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa kasus ini tidak hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga perhatian serius pemerintah.

Baca Juga  Proyek Puspemkab Serang Dihentikan Total, Penyerahan Aset ke Kota Serang Terancam Buntu

 

Peristiwa ini menjadi sorotan karena adanya dugaan kejanggalan dalam penyampaian informasi kematian. Berdasarkan data, Siti Muijah meninggal dunia pada 2 Februari 2026. Namun, pihak keluarga baru menerima kabar resmi pada 26 Februari 2026. Keterlambatan hampir satu bulan ini diduga berkaitan dengan tindakan sponsor atau agen tenaga kerja yang sempat menahan alat komunikasi milik almarhumah.

 

Fakta tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap lemahnya perlindungan bagi PMI yang berangkat secara ilegal. Tanpa prosedur resmi, pekerja migran rentan mengalami berbagai risiko, mulai dari minimnya akses komunikasi hingga tidak adanya jaminan keselamatan kerja.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
Kasus meninggalnya PMI asal Serang, Siti Muijah, kembali membuka risiko jalur ilegal. Wabup Najib Hamas minta warga gunakan prosedur resmi demi perlindungan kerja.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru