Ribuan alumni Pesantren Assalafie Assalafiat menghadiri Silaturrahim Nasional IKTASA dan Pengaosan ke-100 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 12 April 2026KILAS BANTEN – Ribuan alumni Pondok Pesantren Assalafie Assalafiat Babakan Ciwaringin memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026. Kehadiran sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya jaringan alumni pesantren. Mereka mengikuti Silaturrahim Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Assalafie-Assalafiat (IKTASA) yang dirangkai dengan Pengaosan ke-100 serta pengukuhan pengurus pusat masa khidmah 2025–2030.
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi alumni. Panitia mengangkat tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Sanad Keilmuan dan Meneguhkan Langkah Bersama Dalam Keberkahan”. Tema tersebut mencerminkan tekad bersama untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperluas kontribusi di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Manarul Hidayat menekankan pentingnya menjaga nilai dasar pesantren. Ia mengingatkan tiga peran utama pesantren yang harus terus dijalankan, yakni pendidikan, dakwah, dan pengabdian.
“Jika tiga peran ini dijalankan dengan baik, maka alumni pesantren akan terus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Acara ini juga dihadiri para pengasuh pesantren. KH. Azka Hammam Syaerozie memimpin pembacaan kitab Mauidzotul Mu’minin.
Ia kemudian memberikan ijazah Hadiyu kepada peserta. Prosesi ini menegaskan kesinambungan sanad keilmuan yang menjadi ciri khas tradisi pesantren.
KH. Aziz Hakim Syaerozie dalam sambutannya menyoroti pentingnya menjaga hubungan antaralumni. Ia menyebut silaturahmi sebagai kekuatan sosial yang mampu memperbesar kontribusi alumni.