KILAS BANTEN – Sebuah kedai bakmi sederhana di kawasan Metland Puri, Cipondoh, Kota Tangerang, mendadak menjadi perhatian pecinta kuliner. Baru membuka operasional sejak pagi hari, Bakmi Ichen langsung dipadati pelanggan yang rela antre demi menikmati sajian mi homemade dengan topping ayam kampung rebus.
Pemandangan berbeda terlihat di Jalan Puri Utama, Kelurahan Petir, Kota Tangerang. Saat sebagian kawasan masih tampak sepi, antrean pelanggan justru sudah terlihat di depan kedai Bakmi Ichen. Aroma kaldu hangat yang keluar dari dapur menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang sejak pagi.
Popularitas Bakmi Ichen terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pelanggan sengaja datang lebih awal karena khawatir kehabisan menu favorit sebelum waktu operasional selesai.
Pemilik Bakmi Ichen, Yustin Kartika Sari, mengatakan usaha tersebut sebenarnya sudah dirintis sejak 2019. Awalnya, ia hanya menjual mi mentah homemade kepada pelanggan. Namun tingginya minat masyarakat membuat dirinya membuka kedai bakmi secara resmi pada Oktober 2025.
“Kalau menu favorit kita itu di mi halusnya. Untuk ayam sendiri, kita bisa rebus 80 sampai 100 ekor setiap hari kalau lagi ramai,” ujar Yustin, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Yustin, seluruh mi dibuat sendiri setiap hari untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur. Bakmi Ichen menyediakan dua pilihan jenis mi, yakni mi halus dan mi karet. Dari kedua pilihan tersebut, mi halus menjadi menu paling banyak diburu pelanggan.
Teksturnya yang lembut dinilai lebih mudah menyerap kuah kaldu sehingga menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Selain bakmi, pelanggan juga dapat memilih menu lain seperti bihun dan kwetiau.
Pilihan topping di kedai tersebut juga cukup beragam. Pengunjung dapat menambahkan ati ampela, telur muda, hingga pangsit rebus sebagai pelengkap menu utama.
Konsep rebus-rebusan menjadi ciri khas utama Bakmi Ichen. Penyajian dengan metode rebus dianggap menghasilkan rasa yang lebih ringan dan natural dibandingkan olahan bakmi yang menggunakan banyak minyak.
Selain rasa, harga menu yang masih terjangkau menjadi salah satu alasan kedai ini cepat dikenal masyarakat. Untuk porsi setengah, pelanggan cukup membayar sekitar harga Rp25 ribu. Sementara menu jumbo dijual hingga Rp40 ribu. Tambahan topping dibanderol mulai Rp5 ribu.
Meski hanya buka mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, Bakmi Ichen hampir tidak pernah sepi pengunjung. Akhir pekan menjadi momen paling ramai karena banyak pelanggan datang bersama keluarga maupun teman.
Tingginya antusiasme pelanggan membuat jumlah pengunjung terus bertambah setiap hari. Banyak pelanggan datang kembali setelah mencoba menu untuk pertama kali.
“Respons pelanggan bagus. Banyak yang repeat order dan banyak juga pelanggan baru yang datang buat coba,” kata Yustin.
Selain melayani makan di tempat, Bakmi Ichen juga menerima pesanan takeaway dan online delivery. Layanan tersebut memudahkan pelanggan yang ingin menikmati menu tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Fenomena ramainya Bakmi Ichen memperlihatkan tren kuliner homemade masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Konsumen kini tidak hanya mencari rasa enak, tetapi juga kualitas bahan serta konsep penyajian yang dianggap lebih sehat.
Dengan racikan mi homemade, kuah hangat gurih, serta topping ayam kampung rebus yang menjadi andalan, Bakmi Ichen berhasil mencuri perhatian pencinta kuliner di Kota Tangerang. Jam operasional yang singkat justru membuat kedai ini semakin diburu pelanggan setiap hari.
Informasi terbaru dan pemesanan dapat diakses melalui akun Instagram resmi Bakmi Ichen di @bakmiichen.***

