Anggaran Perpustakaan Rp8,6 Miliar Dipersoalkan, Kepala DPKD Kabupaten Serang Buka Hitungan: Lebih Hemat dari Bangun 30 Rumah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah

i

Gedung Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah

KILAS BANTEN – Sorotan publik terhadap anggaran pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Serang senilai Rp8,6 miliar mendapat tanggapan langsung dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD), dr. Rahmat Fitriadi. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan bentuk pemborosan, melainkan hasil perhitungan yang rasional dan efisien jika dilihat dari sisi luas bangunan dan standar konstruksi.

Rahmat menjelaskan, pembangunan fasilitas publik seperti perpustakaan tidak bisa disamakan dengan bangunan biasa. Standar konstruksi, fungsi ruang, hingga kualitas material harus memenuhi kebutuhan jangka panjang. Karena itu, ia mengajak masyarakat melihat persoalan anggaran secara objektif.

Ia kemudian memberikan perbandingan sederhana dengan biaya pembangunan rumah tinggal tipe 60 yang saat ini banyak beredar di pasaran. Menurutnya, perbandingan ini dapat membantu publik memahami besaran anggaran secara lebih masuk akal.

“Kalau kita bangun 30 rumah tipe 60 dengan luas total sekitar 1.800 meter persegi, kira-kira berapa biayanya sekarang,” ujar Rahmat, Selasa, 6 Januari 2025.

Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang yang telah rampung tahap awal dan siap dioperasionalkan sebagai pusat literasi inklusif bagi masyarakat lintas generasi.
Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang yang telah rampung tahap awal dan siap dioperasionalkan sebagai pusat literasi inklusif bagi masyarakat lintas generasi.

Rahmat menyebut, harga satu unit rumah tipe 60 di wilayah Serang saat ini berkisar antara Rp400 juta hingga Rp500 juta. Jika menggunakan asumsi harga terendah, maka biaya membangun 30 rumah bisa mencapai lebih dari Rp12 miliar.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
Kepala DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah. Rahmat Fitriadi menegaskan anggaran tersebut efisien dan didukung APBN serta APBD.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru