Kader GP Ansor dan Banser Banten saat melakukan proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat dalam program Ansor Banten Berkurban 2026.KILAS BANTEN – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Banten melalui program “Ansor Banten Berkurban” pada momentum Hari Raya Iduladha 2026. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 27 Mei 2026 itu melibatkan kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Dalam kegiatan tersebut, PW GP Ansor Banten berhasil menghimpun dan menyembelih dua ekor sapi serta sembilan ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada kader Ansor-Banser dan masyarakat di sekitar sekretariat secara merata.
Program sosial keagamaan itu menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah momentum Iduladha.
Ketua PW GP Ansor Banten, Tb. Adam Ma’rifat, mengapresiasi kekompakan seluruh kader yang terlibat dalam kegiatan kurban tersebut.
Menurutnya, tradisi gotong royong yang terus dijaga kader Ansor menjadi bukti bahwa organisasi hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aksi sosial kemanusiaan.
“Saya bangga melihat konsistensi kader dalam menjalankan program Ansor Banten Berkurban. Ini bukan sekadar ibadah, tetapi bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan yang harus terus dijaga,” ujar Tb. Adam Ma’rifat dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menegaskan, momentum Iduladha harus dimaknai lebih luas sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan empati kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Menurut Adam, kegiatan kurban juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara kader Ansor dengan warga sekitar. Karena itu, ia berharap program berbagi tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Banten, Alvi Ruzabady, menilai ibadah kurban memiliki pesan mendalam tentang pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengatakan, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam yang memiliki kemampuan ekonomi agar melaksanakan ibadah kurban.
Di lingkungan GP Ansor, kata Alvi, semangat tersebut diterjemahkan dalam bentuk penguatan solidaritas sosial dan kebersamaan antaranggota maupun masyarakat luas.
“Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya yang mampu untuk berkurban. Di GP Ansor, semangat itu kami maknai sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan membantu sesama,” kata Alvi.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan kegiatan dilakukan secara gotong royong oleh kader Ansor dan Banser. Mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pemotongan daging, pengemasan, hingga pendistribusian kepada masyarakat.
Panitia juga menerapkan sistem kupon dalam pembagian daging kurban. Langkah itu dilakukan agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader tampak saling membantu menyelesaikan setiap tahapan kegiatan tanpa membedakan tugas. Semangat kolektif itu menjadi salah satu nilai utama yang terus dijaga dalam tradisi kurban GP Ansor Banten.
Program “Ansor Banten Berkurban” sendiri telah menjadi agenda rutin tahunan PW GP Ansor Banten setiap momentum Iduladha. Selain menjalankan syariat keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi simbol penguatan nilai sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
PW GP Ansor Banten berharap kegiatan kurban dapat terus mempererat hubungan organisasi dengan masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dengan semangat gotong royong dan budaya berbagi yang terus dijaga, GP Ansor Banten optimistis mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama pada momentum hari besar keagamaan seperti Iduladha.***
