Advertisement
Serang

Darurat Sampah Menggila Jelang Tahun Baru 2026, Wabup Serang Tancap Gas Bangun TPST dan Ajak Warga Ubah Pola Hidup

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat meninjau UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, membahas strategi pengendalian sampah jelang Tahun Baru 2026.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat meninjau UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, membahas strategi pengendalian sampah jelang Tahun Baru 2026.

KILAS BANTEN – Ancaman darurat sampah kembali menghantui Kabupaten Serang menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Lonjakan aktivitas masyarakat saat libur panjang dipastikan berdampak langsung pada peningkatan volume sampah, terutama di kawasan wisata. Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan tidak akan lagi mengandalkan pola lama dalam menangani persoalan ini.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyatakan penanganan sampah harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan. Menurut dia, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan memindahkan tumpukan dari satu lokasi ke tempat pembuangan akhir. Pemda kini mengarahkan kebijakan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Najib menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Kepandean, Lontarbaru, Kecamatan Serang, Rabu, 17 Desember 2025. Ia mengungkapkan bahwa momen libur panjang selalu memicu lonjakan sampah yang signifikan.

“Di kawasan Anyar saja, kemarin volume sampah bisa mencapai 30 sampai 40 ton. Ini jelas menjadi tantangan besar, apalagi menjelang tahun baru,” kata Najib.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan strategi secara menyeluruh. Pemerintah daerah sepakat bahwa fokus utama pengelolaan sampah harus bergeser, dari sekadar pembuangan ke pengolahan. Sampah, kata dia, harus diurai sejak dari titik awal sebelum menjadi beban besar di tempat pembuangan akhir (TPA).

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

Sebagai langkah konkret, Pemkab Serang menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis zona. Fasilitas ini akan berfungsi mengolah sampah di tingkat wilayah, sehingga hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang dibawa ke TPA.

“Strateginya jelas. Kita harus mulai mengurai sampah dari sumbernya. Salah satunya dengan membangun TPST di beberapa zona,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah daerah sudah melakukan pemetaan lokasi pembangunan TPST. Untuk wilayah timur Kabupaten Serang, TPST direncanakan berada di kawasan Takibin. Sementara untuk wilayah barat, salah satu titik yang disiapkan berada di sekitar Pasar Anyar.

Najib menegaskan, penentuan lokasi TPST tidak didasarkan pada batas administrasi kecamatan. Pemerintah memilih pendekatan berbasis potensi timbulan sampah. Wilayah dengan produksi sampah tertinggi akan menjadi prioritas utama pembangunan fasilitas.

“Cikande itu termasuk daerah dengan potensi sampah paling besar. Maka TPST juga kita arahkan ke sana,” jelasnya.

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Ia menambahkan, TPST di wilayah barat tidak hanya melayani Kecamatan Anyar. Sejumlah kecamatan lain, seperti Mancak, juga akan mengirimkan sampah ke lokasi tersebut. Skema zonasi ini diharapkan mampu menekan beban TPA sekaligus mempercepat proses pengolahan di tingkat daerah.

Najib optimistis, jika strategi ini dijalankan secara konsisten, persoalan sampah di Kabupaten Serang bisa dikendalikan secara bertahap. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin lagi terjebak pada pola lama yang hanya memindahkan masalah.

“Kita tidak ingin hanya memindahkan sampah ke TPA. Yang kita lakukan adalah mengurai dari tempat asalnya,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Najib menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Ia menyebut, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Masalah sampah ini juga soal mindset. Bagaimana masyarakat mau membuang sampah pada tempatnya,” kata Najib.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

Ia mengajak warga mulai mengurangi penggunaan barang sekali pakai yang berpotensi menambah timbulan sampah. Salah satu langkah sederhana adalah membatasi penggunaan botol plastik sekali pakai dan beralih ke tumbler.

“Kalau minum, jangan selalu pakai botol plastik. Pakai tumbler saja. Mereknya apa saja, tidak masalah,” ujarnya.

Pemkab Serang berencana memperkuat edukasi hingga ke tingkat lingkungan terkecil. Perangkat desa, RT, dan RW akan dilibatkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan strategi pembangunan TPST dan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah daerah berharap darurat sampah jelang tahun baru tidak lagi menjadi ancaman tahunan. Pemkab Serang menargetkan pengelolaan sampah yang lebih terkendali, berkelanjutan, serta mampu menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga.

× Advertisement
× Advertisement