Dewan Muhibbin Pastikan Jalan Kampung Baru Tirtayasa dan Jembatan Mekarsari Dibangun 2026

Kilas Banten
3 Mar 2026 20:09
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pembangunan Jalan Kampung Baru–Kemantenan di Kecamatan Tirtayasa dan Jembatan Mekarsari dipastikan masuk prioritas tahun 2026. Anggaran sebesar Rp11 miliar telah disiapkan pemerintah daerah untuk merealisasikan proyek tersebut.

 

Kepastian itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muhibbin, saat menggelar reses masa persidangan pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat.

 

Warga Tirtayasa menyoroti kondisi infrastruktur yang rusak. Jalan berlubang dan akses jembatan yang terbatas dinilai menghambat aktivitas harian dan perputaran ekonomi. Selain infrastruktur, warga juga meminta peningkatan layanan kesehatan dan akses pendidikan gratis.

 

Menanggapi hal itu, Muhibbin menyatakan pembangunan jalan dan jembatan sudah masuk agenda prioritas pemerintah daerah tahun ini.

 

“Insya Allah tahun ini akan dilaksanakan. Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp11 miliar, termasuk pembangunan jembatan,” kata Muhibbin di hadapan warga bertempat di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Selasa, 3 Maret 2026.

 

Ia menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal. Reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat. Melalui forum itu, wakil rakyat menyerap aspirasi dan memastikan kebutuhan warga masuk dalam pembahasan anggaran.

 

Muhibbin menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ketiga fungsi tersebut dijalankan melalui rapat resmi di gedung dewan maupun melalui pertemuan langsung dengan masyarakat.

 

“Lewat reses ini kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Itu yang kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa memiliki dampak strategis. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha kecil warga. Jembatan yang memadai akan membuka konektivitas antarwilayah. Infrastruktur yang layak juga mempercepat mobilitas masyarakat.

 

Ia menilai alokasi anggaran Rp11 miliar menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan warga Tirtayasa. Muhibbin memastikan akan mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

 

Selain infrastruktur, sektor pendidikan menjadi perhatian dalam reses tersebut. Sejumlah warga mengeluhkan keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Mereka meminta solusi agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya tinggi.

 

Muhibbin menjelaskan, pemerintah telah menjalankan program sekolah gratis bagi sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah provinsi. Program itu diperuntukkan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

 

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan. Dengan skema itu, siswa tetap bisa bersekolah tanpa harus membayar biaya pendidikan secara penuh.

 

Di bidang kesehatan, ia mengingatkan masyarakat kurang mampu dapat memanfaatkan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS. Melalui skema tersebut, iuran jaminan kesehatan ditanggung pemerintah sehingga warga tetap memperoleh layanan medis.

 

“Sekarang masyarakat harus optimistis. Pemerintah hadir lewat program pendidikan gratis dan subsidi kesehatan,” katanya.

 

Muhibbin juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawal kebijakan publik. Ia menilai kritik sebagai bagian penting dari demokrasi. Menurutnya, kritik menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.

 

“Kalau kami dikritik, itu artinya masyarakat peduli. Kritik itu menjadi pengingat agar kami terus memperbaiki kinerja,” ujarnya.

 

Kegiatan reses berlangsung dialogis. Warga menyampaikan aspirasi secara terbuka. Beberapa di antaranya berharap proyek pembangunan segera direalisasikan tanpa penundaan.

 

Reses DPRD Kabupaten Serang menjadi momentum untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi tiga isu utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut.

 

Dengan anggaran Rp11 miliar untuk pembangunan Jalan Kampung Baru–Kemantenan dan Jembatan Mekarsari, warga Kecamatan Tirtayasa kini menunggu realisasi di lapangan. Muhibbin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi tersebut melalui fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD hingga proyek benar-benar terwujud pada 2026.