Wartini usai ditetapkan sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Serang periode 2026–2030 dalam Muskab di Kantor KONI Kabupaten Serang, Jumat, 19 Desember 2025KILAS BANTEN – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Serang resmi memasuki era kepemimpinan baru. Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBVSI yang digelar di Kantor KONI Kabupaten Serang, Kecamatan Taktakan, Jumat, 19 Desember 2025, secara aklamasi menetapkan Wartini sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Serang periode 2026–2030.
Wartini langsung tancap gas sejak hari pertama. Ia memasang target tinggi dengan membidik prestasi juara pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Target itu ia sebut sebagai komitmen bersama untuk mengangkat kembali prestasi bola voli Kabupaten Serang di level regional.
Menurut Wartini, kunci utama pencapaian prestasi terletak pada pembinaan atlet yang konsisten dan berjenjang. Selama ini, PBVSI Kabupaten Serang aktif memantau berbagai turnamen bola voli yang rutin digelar di wilayahnya. Turnamen tersebut mencakup kategori open, semi open, hingga kejuaraan berskala kecil.
“Kegiatan turnamen itu menjadi bagian penting dari proses penjaringan atlet. Hampir semua turnamen di Kabupaten Serang berada dalam binaan PBVSI. Kami selalu menurunkan tim untuk memantau langsung potensi atlet di lapangan,” ujar Wartini, Jumat, 19 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pemantauan tidak berhenti pada pertandingan semata. PBVSI juga melakukan penilaian teknis terhadap atlet yang dinilai memiliki prospek untuk dibina lebih lanjut. Atlet potensial tersebut akan kembali diseleksi secara terbuka saat PBVSI mempersiapkan tim menuju event prestasi seperti Popda dan Porprov.
“Kalau sudah masuk tahapan event prestasi, kami lakukan seleksi ulang. Klub-klub kami undang agar prosesnya transparan dan objektif,” kata Wartini.
Saat ini, PBVSI Kabupaten Serang membina 16 klub bola voli. Namun, jumlah itu belum mencakup seluruh 29 kecamatan yang ada. Wartini menegaskan, keterbatasan tersebut bukan tanpa alasan. PBVSI menerapkan standar ketat bagi klub yang ingin berada di bawah naungannya.
“Belum semua kecamatan terwakili karena membentuk klub itu ada syaratnya. Klub harus punya lapangan yang layak serta atlet dari usia dini sampai dewasa,” jelasnya.
Wartini menegaskan, PBVSI tidak ingin sekadar mengejar kuantitas klub. Fokus utama tetap pada kualitas pembinaan. Setiap klub yang mengajukan legalitas akan melalui proses verifikasi langsung ke lapangan.
“Kalau hanya ingin punya klub tapi tidak ada atlet dan tempat latihan, itu tidak akan kami loloskan. Kami cek langsung atlet usia dini, usia sekolah, sampai dewasa, termasuk pelatih dan fasilitasnya,” tegas Wartini.
Langkah ini diambil untuk menjaga standar pembinaan bola voli di Kabupaten Serang. Ia berharap, ke depan akan semakin banyak klub yang memenuhi kriteria sehingga pembinaan atlet bisa berjalan merata dan berkelanjutan.
Terkait prestasi, Wartini menilai PBVSI Kabupaten Serang sebenarnya memiliki modal yang cukup baik. Pada Porprov Banten sebelumnya, cabang voli pasir putra berhasil menyumbangkan medali emas. Namun, untuk nomor voli indoor, capaian prestasi dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Di Porprov kemarin, kita dapat emas dari voli pasir putra. Untuk indoor, kita belum menyumbang medali. Secara umum, medali baru kita raih di level pelajar,” ungkapnya.
Meski demikian, Wartini tetap optimistis. Ia mengingatkan bahwa pada awal masa kepengurusan sebelumnya, tepatnya tahun 2022, tim voli indoor putra Kabupaten Serang sempat menembus posisi runner-up. Capaian itu menjadi bukti nyata bahwa potensi atlet lokal cukup besar jika dibina secara serius dan berkesinambungan.
Menghadapi Porprov 2026, Wartini mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Namun, ia menegaskan target juara harus menjadi ambisi bersama seluruh pengurus, pelatih, dan klub.
“Saya punya pekerjaan rumah besar di Porprov 2026. Kita harus berani punya ambisi juara. Untuk voli pasir, kami optimistis bisa kembali meraih medali. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” pungkas Wartini.