Mahasiswa dan Tanggung Jawab Moral di Tengah Zaman Bising

Kilas Banten
13 Jun 2026 23:29
Opini 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk media sosial hari ini, mahasiswa berada pada posisi yang tidak sederhana. Dunia digital membuat segala sesuatu bergerak cepat; opini lahir dalam hitungan detik, penilaian muncul tanpa jeda, dan perdebatan sering kali lebih ramai daripada substansi persoalannya sendiri. Dalam situasi seperti ini, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton yang sibuk menggulir layar telepon genggam, tetapi juga harus hadir sebagai kelompok intelektual yang mampu menjaga akal sehat publik.

 

Zaman hari ini bisa disebut sebagai zaman yang bising. Bising oleh informasi, bising oleh ambisi popularitas, dan bising oleh kegaduhan yang sering kali kehilangan arah. Banyak orang berbicara, tetapi sedikit yang benar-benar mendengar. Banyak yang ingin terlihat paling benar, tetapi enggan memahami persoalan secara utuh. Akibatnya, ruang publik perlahan dipenuhi emosi sesaat dibandingkan pemikiran yang jernih.

Baca Juga  Mahasiswa STISNU Tangerang Turun Tangan, Koperasi Desa Renged Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Warga

 

Di sinilah mahasiswa seharusnya mengambil peran moralnya.

 

Sejak dahulu, mahasiswa dikenal sebagai kelompok yang membawa semangat perubahan. Mereka bukan hanya hadir di ruang kelas untuk mengejar nilai akademik, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya. Sejarah Indonesia mencatat bagaimana suara mahasiswa pernah menjadi penanda arah perubahan bangsa. Namun tantangannya hari ini berbeda. Jika dulu mahasiswa menghadapi tekanan kekuasaan secara langsung, kini tantangan terbesar justru datang dari derasnya distraksi dan budaya serba instan.