KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui Festival Kali Sabi 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Kali Sabi, Kecamatan Cibodas, menjadi momentum memperkuat gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Festival tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, serta dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Mengusung tema “Bersih Kalinya, Sehat Warganya”, acara ini mempertemukan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, organisasi sosial, hingga masyarakat dalam satu gerakan menjaga lingkungan.
Dalam keterangannya, Sachrudin mengajak seluruh warga menjadikan Festival Kali Sabi sebagai awal untuk membangun budaya peduli lingkungan.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Festival Kali Sabi sebagai momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mari kita mulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air,” kata Sachrudin, Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Keberhasilan pelestarian alam sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong partisipasi aktif warga melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sachrudin juga menyampaikan apresiasi kepada Banksasuci Foundation sebagai penggagas Festival Kali Sabi.
Ia menilai yayasan tersebut berhasil menggabungkan gerakan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Terima kasih kepada Banksasuci Foundation yang terus menjadi penggerak kebaikan dan inspirasi bagi masyarakat. Kehadiran para pelaku UMKM dalam festival ini juga menjadi ruang promosi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Inilah bentuk kolaborasi yang perlu terus kita perkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan bahwa keberhasilan menjaga alam sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak dibarengi perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling utama pada akhirnya adalah kesadaran masyarakat. Agustus nanti kami mengajak seluruh masyarakat mengikuti Tobat Nasional Ekologis. Selama ini kita telah melakukan kesalahan secara kolektif terhadap lingkungan yang menjadi sumber kehidupan. Mari kita hentikan kebiasaan yang merusak lingkungan dan mulai memperbaikinya bersama,” ujar Jumhur.
Ia menambahkan bahwa gerakan menjaga lingkungan harus menjadi budaya yang tumbuh dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga lingkungan kerja. Dengan demikian, dampak positifnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Festival Kali Sabi 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Rangkaian acara meliputi aksi bersih-bersih sungai, penanaman pohon, penebaran ribuan bibit ikan lele, senam sehat bersama, serta bazar UMKM yang diikuti pelaku usaha lokal.
Seluruh kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain, kehadiran bazar UMKM turut memberikan ruang promosi bagi produk lokal sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian warga.
Melalui Festival Kali Sabi 2026, Pemerintah Kota Tangerang berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus meningkat. Langkah sederhana yang dilakukan bersama diyakini mampu menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, nyaman, sekaligus menjadi warisan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.***

