Camat Curug, Eni Sudaryanto, hadiri pelantikan pengurus MWCNU Curug Kota Serang di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Bani Nurzen, Kamis, 30 April 2026 (Dok. Kilas Banten)KILAS BANTEN – Pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Curug, Kota Serang, menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi keagamaan di tingkat lokal. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Bani Nurzen, Kampung Kelampitan, Kamis, 30 April 2026, dan berlangsung khidmat dengan semangat baru dari para pengurus.
Mengusung tema “Penguatan Fikrah dan Harakah Menuju NU Curug yang Kuat, Mandiri, dan Digdaya”, pelantikan ini langsung diikuti dengan penyusunan program kerja. Fokus utama diarahkan pada penguatan kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Camat Curug, Eni Sudaryanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Serang membuka peluang kolaborasi luas dengan Nahdlatul Ulama. Ia menilai NU memiliki jaringan kuat hingga ke tingkat akar rumput, sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah.
“NU adalah organisasi besar. Kami berharap kehadirannya bisa membawa perubahan nyata di masyarakat,” ujar Eni, Jumat, 01 April 2026.
Ia menekankan pentingnya komunikasi aktif antara pengurus NU dan pemerintah. Menurutnya, sinergi tidak akan terbangun tanpa adanya inisiatif dan dialog yang intens dari kedua pihak.
“Silakan datang ke kami. Sampaikan programnya. Kita bahas bersama dan cari solusi terbaik,” katanya.
Eni juga menyebut sejumlah sektor yang dapat menjadi fokus kerja sama. Program sosial kemasyarakatan dinilai sebagai ruang kolaborasi yang potensial dan berdampak langsung bagi warga.
“Penanganan rumah tidak layak huni, bantuan korban bencana, hingga kegiatan sosial lainnya bisa dikerjakan bersama. NU punya peran strategis di sana,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kerja sama harus dibangun secara dua arah. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa partisipasi aktif dari organisasi masyarakat.
“Kalau tidak ada komunikasi, kami juga kesulitan menentukan bentuk kerja sama. Jadi harus ada inisiatif dari NU,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menyampaikan apresiasi atas semangat pengurus yang baru dilantik. Ia menilai antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan organisasi ke depan.
Menurutnya, pelantikan sempat tertunda karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan sejumlah agenda lain. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat para pengurus.
“Alhamdulillah, hari ini pelantikan bisa terlaksana. Antusiasme pengurus sangat luar biasa. Ini menjadi modal besar untuk menjalankan program ke depan,” ujarnya.
Kiai Saifun menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan kunci keberhasilan program NU. Ia menilai kolaborasi yang kuat akan mempercepat realisasi program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Sinergi itu wajib. Program NU harus sejalan dengan pemerintah agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pengajian sebagai program prioritas organisasi. Kegiatan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan antara tokoh agama dan pemerintah.
“Pengajian bulanan harus berjalan. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi wadah untuk memperkuat hubungan ulama dan umara,” tegasnya.***