Pemkot Serang Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Dukungan tersebut diberikan karena hasil sensus akan menjadi sumber data terbaru dan paling akurat untuk menyusun kebijakan pembangunan serta program ekonomi di Kota Serang.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah untuk membantu kelancaran pelaksanaan sensus yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.
Menurut Yudi, Wali Kota Serang telah menerbitkan surat edaran resmi sebagai bentuk dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026.
Pemerintah Kota Serang juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi melalui berbagai saluran komunikasi.
“Peran pemerintah daerah adalah mendukung untuk menyukseskan Sensus Ekonomi tahun 2026. Kita sudah membuat surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Pak Wali Kota. Beliau juga sudah membuat ajakan dalam bentuk video serta surat undangan kepada para pengusaha dan UMKM,” kata Yudi.
Ia menjelaskan keterlibatan pemerintah daerah menjadi penting agar pelaksanaan sensus berjalan optimal dan mampu menjangkau seluruh pelaku usaha yang ada di Kota Serang.
Yudi menambahkan, sinergi antara Pemkot Serang dan BPS selama ini telah terjalin cukup baik. Komunikasi kedua pihak berlangsung intensif, termasuk dalam berbagai agenda strategis seperti pengendalian inflasi daerah.
“Alhamdulillah komunikasi dan koordinasi dengan BPS berjalan baik. Hampir setiap minggu kami berkoordinasi terkait berbagai program, termasuk pengendalian inflasi,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan program digitalisasi pelayanan dan data daerah. Salah satunya adalah upaya menyinergikan program Si Cantik dengan Serang Digital yang saat ini sedang ditindaklanjuti bersama.
Yudi mengungkapkan salah satu harapan ke depan adalah seluruh kelurahan di Kota Serang memiliki website resmi yang dapat mendukung penyediaan dan pengelolaan data secara lebih modern.
Terkait manfaat Sensus Ekonomi 2026, Yudi menegaskan hasil pendataan akan menjadi fondasi penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, data ekonomi yang diperoleh melalui sensus akan jauh lebih mutakhir dibandingkan data yang selama ini digunakan pemerintah dalam menyusun berbagai program.
“Keuntungannya adalah pemerintah daerah memiliki data yang lebih baru, lebih akurat, dan lebih faktual sesuai perkembangan yang ada. Nantinya data tersebut menjadi dasar dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan yang berbasis data akan membuat program pemerintah lebih tepat sasaran karena disusun berdasarkan kondisi riil perekonomian masyarakat.
Yudi juga menyinggung kondisi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten yang saat ini tergolong positif. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, pertumbuhan ekonomi Banten berada di kisaran 5,6 persen dan termasuk tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lainnya.
“Kalau melihat data secara umum, pertumbuhan ekonomi Banten cukup bagus, berada di angka 5,6 persen. Itu termasuk pertumbuhan yang cukup tinggi dibandingkan provinsi lain,” katanya.***