Menurut Averrouce, integrasi layanan menjadi faktor kunci dalam transformasi digital pemerintahan. Ia menyebut Tangsel One sebagai inovasi yang layak dijadikan contoh bagi daerah lain, khususnya di wilayah Provinsi Banten.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Platform ini berpotensi direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Banten sebagai bagian dari inovasi pemerintahan daerah,” katanya.
Ia menegaskan, digitalisasi pelayanan publik kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan. Pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi sistem digital guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi proses pelayanan menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan layanan cepat dan transparan,” tegasnya.
Selain itu, Averrouce juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan Tangsel One. Ia menilai masukan dari publik sangat dibutuhkan agar sistem ini terus berkembang dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
“Saya berharap masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif agar Tangsel One menjadi sistem yang kuat, adaptif, dan inklusif,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan menjadi penggerak utama dalam pengembangan platform ini. Tangsel One dirancang sebagai pusat integrasi berbagai layanan, mulai dari administrasi kependudukan hingga pengaduan masyarakat, dalam satu kanal digital.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas proses birokrasi yang selama ini kerap dinilai panjang dan berbelit. Dengan dukungan teknologi AI, masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan secara lebih cepat, akurat, dan efisien.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















