Ribuan pengunjung memadati area Creative Clothing Fest 2026 di Mall Balekota, Tangerang, menikmati konser musik dan berburu produk UMKM lokal.KILAS BANTEN – Gelaran Creative Clothing Fest 2026 sukses menyedot perhatian publik, khususnya kalangan anak muda di Kota Tangerang. Festival yang menggabungkan musik, fesyen, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini berlangsung selama dua hari, 2 hingga 3 Mei 2026, di Mall Balekota.
Sejak hari pertama, arus pengunjung terlihat terus meningkat. Puncaknya terjadi pada hari kedua, Minggu, 3 Mei 2026, saat ribuan orang memadati lokasi acara. Mereka datang untuk menikmati berbagai hiburan yang disajikan, mulai dari konser musik hingga pameran produk lokal.
Panggung utama menjadi pusat perhatian. Sejumlah musisi tampil dengan penuh energi dan berhasil menghidupkan suasana. Nama-nama seperti For Revenge, SHA, Rebellion Rose, Threesixty, hingga Pyong Pyong tampil memukau dan mengajak penonton larut dalam euforia. Mayoritas penonton yang hadir merupakan generasi muda yang antusias mengikuti setiap penampilan.
Tak hanya menyuguhkan konser, festival ini juga menghadirkan puluhan tenant UMKM dan brand lokal. Berbagai produk ditawarkan, mulai dari fesyen, aksesori, hingga kuliner. Pengunjung tampak memanfaatkan momen ini untuk berbelanja sekaligus mendukung produk lokal.
Selain itu, panitia juga menghadirkan hiburan lain seperti stand up comedy dan mini stage. Fasilitas mini stage ini memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Ketua Pelaksana Creative Clothing Fest 2026, Ronald Tolloh, menjelaskan bahwa acara ini berawal dari inisiatif untuk membantu pelaku UMKM di Kota Tangerang. Ia menyebutkan, festival ini telah digelar sejak 2023 dan kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
“Awalnya kita ingin membantu teman-teman UMKM Kota Tangerang. Akhirnya kita bikin event ini. Sekarang sudah tahun keempat, dan tahun ini kita banyak kolaborasi, termasuk dengan komunitas stand up comedy dan beberapa komunitas lain,” ujar Ronald, dalam keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menambahkan, kehadiran mini stage menjadi salah satu inovasi pada tahun ini. Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang khusus untuk mendukung musisi lokal agar memiliki ruang tampil yang lebih luas.
Ronald juga menilai, antusiasme pengunjung tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia melihat konsep festival yang memadukan musik dan fesyen masih tergolong baru di Tangerang, sehingga mampu menarik minat masyarakat.
“Antusiasnya lumayan tinggi. Di Tangerang sendiri belum banyak festival seperti ini, jadi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung,” katanya.
Dari sisi pengunjung, pengalaman yang ditawarkan festival ini juga mendapat respons positif. Bilqis dan Maudy, dua pengunjung yang hadir, mengaku datang untuk mengobati kerinduan terhadap suasana festival musik.
“Aku kangen masa-masa dulu yang sering datang ke event pop-punk. Vibe-nya pengen ngerasain lagi,” ujar Bilqis.
Meski harus berdesakan di tengah keramaian, mereka tetap menikmati suasana. Energi yang ditampilkan di atas panggung membuat semangat mereka tetap terjaga hingga akhir acara.
“Ramai banget. Walaupun capek, tapi makin semangat. Semoga ke depannya makin sukses dan bisa jadi acara yang lebih besar lagi,” tambahnya.
Creative Clothing Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan. Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif. Musik, komunitas, dan UMKM bertemu dalam satu wadah yang saling mendukung.
Kehadiran acara ini memperlihatkan besarnya potensi industri kreatif di Kota Tangerang. Dengan dukungan yang terus mengalir dari masyarakat dan komunitas, festival seperti ini berpeluang berkembang menjadi agenda tahunan yang dinanti.
Panitia berharap Creative Clothing Fest dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Dukungan pengunjung dan kolaborasi lintas komunitas dinilai menjadi kunci keberlanjutan acara ini.***