Pelantikan Pengurus PC ISNU Kota Serang masa khidmat 2025–2029 yang dirangkaikan dengan upgrading dan Rapat Kerja Cabang di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Sabtu, 7 Februari 2026KILAS BANTEN – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang masa khidmat 2025–2029 resmi dilantik Sekretaris Umum PP ISNU. Pelantikan digelar bersamaan dengan kegiatan upgrading dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) selama dua hari di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Agenda ini menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi sarjana NU di ibu kota Provinsi Banten.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Fauzan, mengatakan pelantikan kali ini memiliki makna strategis. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum bersejarah bagi ISNU Kota Serang yang memasuki periode kedua kepengurusan.
Menurutnya, upgrading dan Rakercab menjadi ruang penting untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menyatukan visi para pengurus.
“ISNU harus terus berkembang. Sarjana NU dituntut mampu berkolaborasi dan membuka cakrawala pengetahuan agar kontribusinya semakin terasa,” kata Fauzan.
Ketua PC ISNU Kota Serang, Asep Najmutsakib, menegaskan komitmen pengurus untuk mewarnai pembangunan Kota Serang. Ia menyebut peran ISNU tidak boleh terbatas pada ruang sosial dan keagamaan, tetapi juga harus masuk ke sektor pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Asep mengungkapkan potensi sumber daya manusia ISNU Kota Serang sangat kuat. Sejumlah pengurus tengah menempuh pendidikan doktoral, sementara mayoritas lainnya berada pada jenjang magister.
“Ini menjadi modal riset dan keilmuan yang sangat berharga bagi organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ISNU Kota Serang juga mulai mendapat pengakuan di level nasional. Salah satunya dengan diundangnya ISNU sebagai panelis dalam forum Perhimpunan Mahasiswa Nuklir Indonesia.
Menurut Asep, hal tersebut membuktikan bahwa sarjana NU mampu terlibat dalam diskursus strategis lintas disiplin.
“Kita ingin anak-anak muda NU terus dirangkul dan diberi ruang. Dengan gaya khas NU, kita masuk dan berkontribusi di berbagai komunitas keilmuan,” kata Asep.
Dukungan moral dari para senior, lanjut Asep, menjadi faktor penting dalam menjaga soliditas organisasi. Ia juga menekankan perlunya pembaruan mentalitas pengurus agar daya juang ISNU semakin kuat.
“Mental harus terus di-upgrade supaya kontribusi NU bisa melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW ISNU Banten, Bahruddin, dalam sambutannya menyoroti keunikan ISNU sebagai satu-satunya badan otonom NU yang mensyaratkan sarjana sebagai pengurus.
Ia menyebut ISNU Kota Serang memiliki potensi akademik yang menonjol, termasuk adanya kader dengan keahlian khusus seperti nuklir.
Menurut Bahruddin, tantangan ke depan adalah fokus dan kolaborasi. ISNU, kata dia, harus memilih bidang garapan yang sesuai dengan kompetensi, layaknya dokter spesialis.
“Jangan semua dikerjakan. ISNU harus tampil dengan keunggulan SDM-nya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia NU agar mampu tampil di ruang publik. Bahruddin menilai perkembangan pendidikan di Kota Serang dan Banten sangat pesat, sehingga perlu dirangkul dan diarahkan agar memberi manfaat nyata.
Salah satu pekerjaan rumah besar ISNU Banten, lanjut Bahruddin, adalah mendorong lahirnya perguruan tinggi yang benar-benar berlabel NU. Ia menilai kehadiran kampus NU akan menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan dan kemandirian organisasi.
“Tagline ISNU berdaya dan berdampak harus diwujudkan. Bukan sekadar slogan, tapi hadir dalam program nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Arahan juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, yang mewakili Ketua Umum PP ISNU. Ia menekankan pentingnya akselerasi pendataan anggota sebagai fondasi perencanaan organisasi.
Menurutnya, database SDM menjadi kunci untuk membangun jejaring dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Tanpa data, ISNU akan sulit bergerak dan sulit berbicara di hadapan pemangku kebijakan,” kata Wardi.
Ia juga memperkenalkan penguatan kompetensi melalui ISNU Academy, yang akan fokus pada pengembangan keterampilan dan teknologi masa depan. Bidang seperti teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga blockchain dinilai penting untuk menghadapi tantangan global.
Selain itu, Wardi mendorong penguatan media ISNU agar terintegrasi dari pusat hingga daerah. Ia menilai ISNU memiliki keunggulan ganda, kuat secara struktur dan akademik, yang perlu dikonsolidasikan melalui media dan jejaring strategis.
Kegiatan pelantikan, upgrading, dan Rakercab ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran ISNU Kota Serang. Dengan modal SDM yang mumpuni dan kolaborasi lintas sektor, ISNU ditargetkan mampu memberi kontribusi nyata bagi NU dan pembangunan Kota Serang ke depan.
Kendati demikian, A’wan PBNU, KH Matin Syarkowi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan ideologi bagi setiap pengurus NU.
Ia menyebut bahwa tidak memahami sejarah NU merupakan kekeliruan serius dalam berorganisasi.
“Tidak tahu sejarah itu bahaya. NU dibangun dengan perjuangan panjang dan nilai ideologis yang kuat,” ujar KH Matin.
Ia mengingatkan agar pengurus ISNU tidak hanya mengejar posisi struktural tanpa komitmen kerja.
Menurutnya, menjadi pengurus NU adalah amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan.
KH Matin juga menekankan pentingnya menjaga akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi gerakan NU.
Ia menilai, kekuatan NU terletak pada keseimbangan antara keilmuan, ideologi, dan akhlak.
“NU dibangun oleh ulama dengan sanad keilmuan yang jelas. Itu yang tidak boleh digoyahkan,” katanya.
Ia berharap ISNU mampu melahirkan kader intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis.
“Tantangan era media sosial harus dihadapi dengan kedewasaan dan literasi yang baik,” tuturnya.
Arahan juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, yang mewakili Ketua Umum PP ISNU.
Ia menekankan pentingnya akselerasi pendataan anggota sebagai fondasi perencanaan organisasi.
Menurutnya, database SDM menjadi kunci untuk membangun jejaring dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Tanpa data, ISNU akan sulit bergerak dan sulit berbicara di hadapan pemangku kebijakan,” kata Wardi.
Ia juga memperkenalkan penguatan kompetensi melalui ISNU Academy, yang akan fokus pada pengembangan keterampilan dan teknologi masa depan.
Bidang seperti teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga blockchain dinilai penting untuk menghadapi tantangan global.
Selain itu, Wardi mendorong penguatan media ISNU agar terintegrasi dari pusat hingga daerah.
“ISNU memiliki keunggulan ganda, kuat secara struktur dan akademik, yang perlu dikonsolidasikan melalui media dan jejaring strategis,” katanya.
Hadir dengan khidmat, Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik, Wakil Ketua PP ISNU Fadli Yasir, A’wan PBNU KH Matin Syarkowi, Ketua PW ISNU Provinsi Banten Badruddin, Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah, Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang Lukmanul Hakim, Kemenag Kota Serang, Wakil Rektor 2 UIN SMH Banten Ali Muhtarom, Rektor Universitas Banten Jaya Dadang Herli Saputra, Wakil Rektor 3 Universitas Banten Jaya Rahmatullah, Jajaran Universitas Primagraha, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Eko Susilo, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Banten Heri Handoko, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Agus Suryadin, ISNU Kabuapten Serang, PMII Kota Serang, dan Jajaran pengurus ISNU Kota Serang.