Pesantren Darul Iman Pandeglang Borong Kelulusan PTN Favorit demi Indonesia Emas 2045

Kilas Banten
9 Feb 2026 18:33
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman (PPTDI) di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, terus menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul dan kompetitif. Melalui strategi pendidikan yang terencana, pesantren ini konsisten mendorong santri kelas akhir agar mampu menembus perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia.

 

Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Pimpinan PPTDI Pandeglang, Dr KH Dede Permana, MA, dalam pertemuan khusus bersama para wali santri kelas 12 pada Minggu, 8 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyamakan pandangan antara pesantren dan orang tua terkait arah pendidikan lanjutan santri setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

 

KH Dede Permana menekankan bahwa pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

 

Menurut dia, pengalaman akademik di perguruan tinggi negeri unggulan akan memperkaya wawasan santri, memperluas jejaring, serta meningkatkan daya saing di masa depan.

 

Ia menyebut, dorongan agar santri melanjutkan studi ke perguruan tinggi sejalan dengan agenda besar pembangunan nasional. Pendidikan yang kuat dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

 

Keseriusan Pesantren Darul Iman tidak berhenti pada tataran gagasan. Sejak awal Januari 2026, pesantren ini telah menjalankan program bimbingan belajar intensif bagi santri kelas akhir. Program tersebut dirancang khusus untuk mempersiapkan santri menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

 

Bimbingan intensif ini akan berjalan hingga pertengahan Maret 2026. Materi pembelajaran disusun sesuai standar seleksi masuk PTN dan difokuskan pada penguatan kompetensi akademik santri secara menyeluruh.

 

“Kami ingin memastikan para santri siap secara akademik dan mental sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi,” ujar KH Dede Permana, Senin, 9 Februari 2026.

 

Dalam pelaksanaannya, PPTDI menggandeng lembaga bimbingan belajar Edu Talenta Indonesia sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pendampingan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan seleksi nasional masuk PTN.

 

Selain bimbingan belajar, pesantren juga menyiapkan berbagai program pendukung. Kegiatan tersebut meliputi try out secara berkala, psikotest untuk memetakan minat dan bakat santri, layanan konsultasi pemilihan program studi, hingga pendampingan teknis dalam proses pendaftaran dan registrasi kuliah.

 

Seluruh rangkaian program dirancang untuk membantu santri mengambil keputusan pendidikan secara tepat dan realistis. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pemilihan jurusan sekaligus meningkatkan peluang santri diterima di PTN.

 

Program persiapan masuk perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Beasiswa Santri Baznas. Dukungan ini menjadi elemen penting dalam memastikan seluruh santri memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendampingan pendidikan.

 

KH Dede Permana menjelaskan bahwa upaya mendorong santri masuk PTN telah menjadi agenda rutin pesantren selama beberapa tahun terakhir. Program ini dijalankan secara konsisten dan menunjukkan hasil yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

Capaian signifikan terlihat pada lulusan tahun 2025. Dari total 24 santri yang menyelesaikan pendidikan, sebanyak 22 orang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri. Mereka lolos melalui beragam jalur seleksi, mulai dari UTBK, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, hingga jalur mandiri.

 

Adapun perguruan tinggi tujuan lulusan Darul Iman tersebar di sejumlah kampus ternama. Di antaranya Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Sumatera, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

 

“Tahun 2026 ini, kami menargetkan hasil yang lebih baik. Kami berharap lebih banyak santri diterima di perguruan tinggi negeri. Ini adalah ikhtiar bersama antara pesantren, santri, dan orang tua,” kata KH Dede Permana.

 

Apresiasi juga disampaikan oleh wali santri. H Tohiri, salah seorang orang tua santri kelas 12, mengaku terbantu dengan kesungguhan pesantren dalam mendampingi anak-anak mereka menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

 

“Anak saya bercita-cita masuk Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Pendampingan dari pesantren sangat membantu kami. Semoga usaha ini membuahkan hasil terbaik,” ujar Tohiri.