“Awalnya kita ingin membantu teman-teman UMKM Kota Tangerang. Akhirnya kita bikin event ini. Sekarang sudah tahun keempat, dan tahun ini kita banyak kolaborasi, termasuk dengan komunitas stand up comedy dan beberapa komunitas lain,” ujar Ronald, dalam keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, kehadiran mini stage menjadi salah satu inovasi pada tahun ini. Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang khusus untuk mendukung musisi lokal agar memiliki ruang tampil yang lebih luas.
Ronald juga menilai, antusiasme pengunjung tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia melihat konsep festival yang memadukan musik dan fesyen masih tergolong baru di Tangerang, sehingga mampu menarik minat masyarakat.
“Antusiasnya lumayan tinggi. Di Tangerang sendiri belum banyak festival seperti ini, jadi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung,” katanya.
Dari sisi pengunjung, pengalaman yang ditawarkan festival ini juga mendapat respons positif. Bilqis dan Maudy, dua pengunjung yang hadir, mengaku datang untuk mengobati kerinduan terhadap suasana festival musik.
“Aku kangen masa-masa dulu yang sering datang ke event pop-punk. Vibe-nya pengen ngerasain lagi,” ujar Bilqis.
Meski harus berdesakan di tengah keramaian, mereka tetap menikmati suasana. Energi yang ditampilkan di atas panggung membuat semangat mereka tetap terjaga hingga akhir acara.
“Ramai banget. Walaupun capek, tapi makin semangat. Semoga ke depannya makin sukses dan bisa jadi acara yang lebih besar lagi,” tambahnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















