Wali Kota Tangerang Sachrudin menanam bibit pohon duku di Taman Cadika, Kota Medan, dalam rangkaian RAKERNAS APEKSI 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang kembali memperlihatkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menanam bibit pohon duku saat mengikuti kegiatan penghijauan pada Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-18 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Taman Cadika, Kota Medan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian forum nasional yang mempertemukan para wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam agenda itu, setiap daerah menanam jenis pohon yang berbeda sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian perubahan iklim.
Kota Tangerang mendapat kesempatan menanam pohon duku. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat pada masa mendatang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya.
“Penanaman pohon di RAKERNAS APEKSI 2026 ini adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita. Pohon berfungsi sebagai pori-pori udara yang sangat kita butuhkan. Untuk itu, saya mengajak masyarakat Kota Tangerang mari kita gemar menanam pohon demi masa depan generasi penerus,” ujar Sachrudin, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, semakin banyak pohon yang ditanam maka kualitas udara akan semakin baik. Selain menghasilkan oksigen, pohon juga mampu menyerap karbon, mengurangi suhu lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperluas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Sachrudin juga mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya menanam pohon sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Aksi penghijauan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan kegiatan yang digelar dalam forum nasional itu menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah kota di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Menurut Wawan, seluruh kepala daerah melakukan penanaman pohon secara bersamaan dengan jenis tanaman yang telah ditentukan sesuai identitas masing-masing daerah.
“Penanaman pohon ini diikuti serentak oleh seluruh wali kota se-Indonesia dengan jenis pohon yang berbeda-beda. Alhamdulillah Kota Tangerang mendapatkan kesempatan menanam pohon duku,” kata Wawan.
Ia menambahkan, pohon duku dipilih karena memberikan manfaat ganda. Selain mendukung penghijauan, tanaman tersebut juga menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika telah tumbuh besar. Keberadaan pohon itu diharapkan menjadi bagian dari ruang hijau di Kota Medan sekaligus menjadi simbol persahabatan antardaerah.
Menurutnya, pohon yang ditanam di Taman Cadika nantinya tidak hanya mempercantik kawasan tersebut, tetapi juga menjadi pengingat atas semangat kolaborasi pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan hidup.
Wawan menilai kerja sama seluruh pemerintah kota dalam aksi penghijauan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Upaya tersebut sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan yang terus didorong pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
“Melalui momentum APEKSI ini, kami berharap penanaman pohon menjadi bukti komitmen kuat seluruh kepala daerah dalam melakukan penghijauan. Langkah bersama ini diharapkan berdampak signifikan dalam menekan emisi gas rumah kaca sesuai tema kegiatan,” tambahnya.
Partisipasi aktif Pemerintah Kota Tangerang dalam RAKERNAS APEKSI 2026 mempertegas bahwa isu lingkungan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah berharap gerakan penghijauan terus berkembang menjadi aksi berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi antarpemerintah daerah melalui penanaman pohon diharapkan mampu memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Langkah tersebut menjadi investasi penting demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.***