HUT Perdana Daycare UIN Banten Meriah, Pentas Seni Anak Tunjukkan Hasil Pendidikan di Masa Golden Age

Kilas Banten
17 Jun 2026 10:00
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan hari jadi pertama Daycare Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Momentum tersebut dirayakan melalui Pentas Seni dan Kreativitas Anak Didik yang digelar di Multifunction Hall.

 

Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil belajar, kreativitas, serta perkembangan yang telah mereka capai selama mengikuti program pengasuhan dan pendidikan di Daycare UIN SMH Banten. Selain itu, acara tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun lembaga dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini di lingkungan kampus.

 

Perayaan berlangsung semarak dengan dihadiri Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK), Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dharma Wanita Persatuan (DWP), Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), pengelola Daycare, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), serta para orang tua peserta didik.

 

Ketua Daycare UIN SMH Banten, Dr. Yayah Rukhiyah, mengatakan pentas seni tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk melihat perkembangan kemampuan anak pada masa usia dini.

 

“Hari ini Daycare dan RRA genap berusia satu tahun. Pentas seni ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus kesempatan bagi kami melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu. Masa usia 0 hingga 8 tahun merupakan golden age yang tidak akan terulang. Karena itu, investasi terbaik bagi anak dilakukan pada usia tersebut,” ujar Yayah, Rabu (17/6/2026).

 

Ia menjelaskan, perkembangan Daycare UIN SMH Banten terus menunjukkan tren positif sejak pertama kali dibuka. Jika pada awal operasional hanya terdapat tiga peserta didik, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 20 anak.

 

Meski demikian, pihak pengelola memilih tidak mengejar peningkatan jumlah peserta didik secara berlebihan. Menurut Yayah, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama sehingga penerimaan anak disesuaikan dengan rasio ideal antara tenaga pendidik dan peserta didik.

 

“Alhamdulillah jumlah anak terus bertambah. Namun kami tidak ingin hanya mengejar kuantitas. Kami tetap menjaga rasio guru dan peserta didik agar mutu pelayanan tetap optimal,” katanya.

 

Apresiasi juga disampaikan perwakilan orang tua murid, Bunda Nyabril. Ia mengaku merasakan perubahan yang signifikan pada anak-anak setelah hampir satu tahun mengikuti kegiatan di Daycare UIN SMH Banten.

 

Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya kerap menangis saat ditinggalkan orang tua kini justru merasa nyaman dan antusias datang ke sekolah setiap hari. Bahkan, mereka sering bertanya apakah hari itu jadwal masuk sekolah atau tidak.

 

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh guru yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran. Berkat kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua, anak-anak kini merasa betah berada di daycare,” ujarnya saat menyerahkan cenderamata dari komite sekolah kepada para guru.

 

Sementara itu, Kepala Biro AAKK UIN SMH Banten, Dr. Hj. Siti Aminah, menegaskan bahwa pengasuhan anak usia dini memerlukan perhatian, kesabaran, serta pengawasan yang maksimal. Menurutnya, aspek keamanan anak harus menjadi prioritas karena masih banyak kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di berbagai daerah.

 

Ia menilai keberadaan komite sekolah menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan terhadap layanan pengasuhan. Keterlibatan komite bukan berarti meragukan profesionalitas guru, melainkan sebagai bentuk kolaborasi untuk memastikan keamanan dan kualitas pelayanan tetap terjaga.

 

“Anak-anak daycare membutuhkan pendampingan yang sangat intens. Kehadiran komite merupakan bentuk pengawasan bersama agar kualitas layanan dan keamanan anak tetap terjamin,” katanya.

 

Selain itu, Siti Aminah juga menekankan pentingnya kemampuan tenaga pendidik dalam memahami psikologi anak. Bekal tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai karakter anak, termasuk ketika mereka mengalami tantrum, menangis, atau menunjukkan emosi tertentu.

 

Ia mengapresiasi meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Daycare UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kepercayaan itu, menurutnya, harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.

 

Perayaan hari jadi pertama Daycare UIN SMH Banten menjadi bukti komitmen kampus dalam menghadirkan lingkungan belajar yang ramah anak. Sinergi antara tenaga pendidik, orang tua, serta seluruh elemen kampus diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan usia dini sehingga anak-anak memperoleh stimulasi terbaik pada masa emas pertumbuhan mereka dan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas di masa depan.***