Serang Banten

Bukan Sekadar Hiburan, Kota Serang Fair 2026 Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Kota Serang Fair 2026 di Stadion Maulana Yusuf menjadi ruang promosi UMKM, IKM dan ekonomi kreatif Kota Serang.
Kota Serang Fair 2026 di Stadion Maulana Yusuf menjadi ruang promosi UMKM, IKM dan ekonomi kreatif Kota Serang.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjadikan Kota Serang Fair 2026 bukan sekadar agenda hiburan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang.

Gelaran yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf itu diarahkan menjadi ruang promosi sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang resmi dibuka Wali Kota Serang Budi Rustandi pada Jumat 7 Agustus 2026 malam tersebut memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kecil menengah (IKM), serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.

Budi mengatakan Kota Serang Fair 2026 harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan stan usaha dalam gelaran tersebut merupakan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

750 Lulusan UIN Banten Resmi Diwisuda, Prof Muhammad Ishom Ingatkan Jejak Digital Kini Jadi “Tiket” Menuju Dunia Kerja

“Kota Serang Fair hadir sebagai ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mempromosikan produk unggulan daerah, serta memperkenalkan potensi Kota Serang kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Budi.

Besarnya potensi ekonomi dari kegiatan tersebut terlihat dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Pada 2025, Kota Serang Fair tercatat menarik 383.232 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp11,3 miliar.

Capaian itu menjadi pijakan bagi Pemkot Serang untuk mendorong dampak ekonomi yang lebih besar pada penyelenggaraan tahun ini.

Budi menilai keberhasilan acara tidak cukup hanya dilihat dari kemeriahan dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat yang diterima pelaku usaha.

Kota Serang Fair 2026 Resmi Dibuka, Budi Rustandi: Jangan Lupa Jajan di UMKM

Karena itu, Budi meminta masyarakat yang datang tidak berhenti menikmati berbagai hiburan. Pengunjung juga diajak berbelanja sekaligus mempromosikan produk yang dijual pelaku usaha lokal.

“Kalau bukan kita yang membeli produk UMKM Kota Serang, siapa lagi? Datang dan nikmati hiburannya, tetapi jangan lupa jajan di UMKM-nya, beli produknya, dan promosikan produk Kota Serang,” katanya.

Menurut Budi, dukungan konsumen menjadi bagian penting dalam membantu UMKM, IKM, dan ekonomi kreatif memperluas pasar. Pembelian produk lokal juga dinilai sebagai langkah sederhana untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.

“Mari kita mulai dari langkah sederhana, mencintai, menggunakan, dan membeli produk-produk lokal Kota Serang,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat memperkuat gerakan konsumsi produk lokal agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.

Kasus HIV di Kota Serang Meningkat, Lakpesdam PCNU Serukan Gerakan Besar Edukasi dan Pencegahan Tanpa Stigma

“Mari kita dukung UMKM, IKM, serta para pelaku ekonomi kreatif kita agar terus tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Bela lokal, beli lokal! Bangga Buatan Kota Serang!” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, Kota Serang Fair 2026 diharapkan menjadi titik temu antara masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Aktivitas belanja selama acara diharapkan ikut memperbesar perputaran uang di tingkat masyarakat sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk Kota Serang.

Pemkot Serang berharap momentum HUT ke-19 Kota Serang tersebut tidak berhenti sebagai pesta rakyat tahunan.

Lebih jauh, Kota Serang Fair 2026 diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong produk lokal agar semakin dikenal, digunakan, dan memiliki daya saing.***

× Advertisement
× Advertisement