Banten

Rektor UIN Banten Tegaskan Anggaran Tak Boleh Sekadar Habis: Setiap Rupiah Wajib Hasilkan Kinerja Nyata

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom saat memberikan arahan dalam kegiatan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Anggaran di Cilegon.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom saat memberikan arahan dalam kegiatan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Anggaran di Cilegon.

KILAS BANTEN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof Muhammad Ishom, menegaskan pengelolaan anggaran kampus harus berorientasi pada hasil. Ia meminta setiap dana yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kinerja universitas.

Pesan tersebut disampaikan Prof Muhammad Ishom saat membuka kegiatan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Anggaran (PPA) UIN SMH Banten di Hotel Aston Cilegon Boutique, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 12-14 Agustus 2026. Agenda tersebut mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Anggaran Mewujudkan Tata Kelola yang Efektif, Efisien, dan Akuntabel.”

Kegiatan turut dihadiri Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Hidayatullah. Sejumlah pimpinan UIN SMH Banten juga hadir.

Mereka antara lain Kepala Biro AUPK, para Wakil Rektor, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Fakultas, serta perwakilan Bagian Keuangan dan Umum. Perwakilan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) juga mengikuti kegiatan tersebut.

Pesta Rakyat Cibaliung Heboh Bak Lebaran, Gubernur Banten Bidik Event Nasional

Dalam arahannya, Prof Muhammad Ishom meminta jajaran kampus mengubah cara pandang terhadap anggaran. Menurut dia, pengelolaan keuangan tidak boleh hanya berfokus pada penyerapan dana dan penyelesaian laporan.

Ia menjelaskan pengelolaan anggaran merupakan sebuah sistem yang saling terhubung. Prosesnya mencakup perencanaan, penganggaran, penggunaan dana, pengelolaan pendapatan hingga evaluasi.

Karena itu, tingkat keberhasilan sebuah unit kerja tidak dapat diukur hanya berdasarkan besarnya anggaran yang terserap. Dana yang digunakan harus menghasilkan capaian yang jelas dan dapat diukur.

Prof Ishom kemudian mengaitkan konsep tersebut dengan pemikiran Ibnu Khaldun mengenai nilai uang dan kinerja.

“Bicara tentang pengelolaan keuangan yang berdampak, di dalam mukadimah Ibnu Khaldun terdapat pembahasan terkait nilai uang. Dalam Islam, uang bukan sekadar alat tukar transaksi, tetapi merupakan instrumen untuk menilai kinerja,” ujar Prof Muhammad Ishom, Jumat, 14 Agustus 2026.

Heboh Dugaan Pelecehan Seksual Guncang PMII Kota Serang, PK PMII UIN SMH Banten Desak Investigasi Terbuka dan Perlindungan Korban

Ia memberikan contoh sederhana. Sebuah unit kerja yang mendapatkan anggaran hingga miliaran rupiah harus mampu menunjukkan hasil dari penggunaan dana tersebut.

Capaian itu dapat berupa peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Bisa pula berupa pelaksanaan program dosen tamu yang memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa dan institusi.

Selain mendorong penerapan anggaran berbasis hasil, Prof Ishom mengingatkan para pejabat pembuat komitmen dan pelaksana anggaran agar selalu mematuhi ketentuan hukum.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas keuangan kampus.

“Selesaikan sesuai dengan aturan dan jangan sampai melanggar. Itu adalah rumus yang paling aman,” tegasnya.

750 Lulusan UIN Banten Resmi Diwisuda, Prof Muhammad Ishom Ingatkan Jejak Digital Kini Jadi “Tiket” Menuju Dunia Kerja

Dalam kesempatan tersebut, Prof Ishom juga menyoroti posisi UIN SMH Banten sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Saat ini, kampus tersebut berada di peringkat ke-22.

Posisi itu menjadi dorongan bagi jajaran universitas untuk meningkatkan kinerja BLU. Perbaikan administrasi juga terus dilakukan agar tata kelola kampus semakin efektif.

Rektor menegaskan aturan internal perlu diperkuat. Tujuannya agar setiap pengeluaran memiliki manfaat yang jelas bagi perkembangan universitas.

Ia juga meminta pimpinan universitas dan fakultas mencari sumber pendapatan baru yang sah. Aset serta berbagai potensi kampus harus dikelola secara profesional.

Langkah tersebut dinilai penting agar peningkatan pendapatan universitas tidak hanya bertumpu pada kemungkinan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kampus perlu mencari alternatif pembiayaan yang tidak menambah beban mahasiswa.

Sementara itu, tim internal UIN SMH Banten telah menyusun draf pedoman pengelolaan keuangan. Prof Ishom meminta dokumen tersebut dikaji secara menyeluruh dan disesuaikan dengan regulasi terbaru.

Setelah pembukaan, kegiatan PPA dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Ahmad Hidayatullah. Materi tersebut membahas strategi optimalisasi pengelolaan anggaran untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi di lingkungan Kementerian Agama.

Melalui penyusunan PPA, UIN SMH Banten menargetkan sistem pengelolaan anggaran yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dengan pendekatan tersebut, anggaran kampus diharapkan tidak berhenti pada angka penyerapan. Setiap rupiah harus mampu diterjemahkan menjadi kinerja yang terukur dan memberikan dampak bagi kemajuan UIN SMH Banten.***

× Advertisement
× Advertisement