Advertisement
Tangerang

Pengurus Koperasi Kota Tangerang Ditantang Adu Wawasan, Pemkot Gelontorkan Stimulus Modal Rp12 Juta untuk Pemenang

Peserta Diklat Perkoperasian dan lomba cerdas cermat mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Disperindagkop UKM Kota Tangerang di Gedung Cisadane sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing koperasi menuju era digital.
Peserta Diklat Perkoperasian dan lomba cerdas cermat mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Disperindagkop UKM Kota Tangerang di Gedung Cisadane sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing koperasi menuju era digital.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat sektor koperasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perkoperasian yang dipadukan dengan lomba cerdas cermat bagi para pengurus koperasi aktif di Kota Tangerang.

 

Program yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang tersebut berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Cisadane. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menciptakan koperasi yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

 

Selain memberikan materi pelatihan, kegiatan tersebut juga menghadirkan kompetisi cerdas cermat sebagai sarana evaluasi kemampuan peserta dalam memahami berbagai materi perkoperasian yang telah diberikan sebelumnya.

Cuaca Cerah Sepekan Ancam Kota Tangerang, BPBD Keluarkan Peringatan Keras: Jangan Nekat Bakar Sampah

 

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Abdul Kholil, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 pengurus koperasi dari berbagai sektor yang ada di Kota Tangerang.

 

Menurutnya, peserta berasal dari koperasi karyawan, koperasi pegawai, koperasi sekolah hingga Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Seluruh peserta merupakan perwakilan koperasi yang aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.

 

Ribuan Warga Padati Festival Kalisabi, Gerakan Besar Selamatkan Sungai Kota Tangerang Kian Menguat

“Peserta yang hadir sekitar 60 orang dari koperasi karyawan, pegawai, sekolah hingga Koperasi Kelurahan Merah Putih. Mereka merupakan perwakilan koperasi aktif yang sebelumnya sudah rutin mengikuti pelatihan kami,” ujar Abdul Kholil, Kamis (11/6/2026).

 

Ia menjelaskan, lomba cerdas cermat tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi pelatihan yang telah diterima.

 

Melalui metode tersebut, Disperindagkop UKM ingin memastikan para pengurus koperasi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi dan pengembangan usaha secara nyata.

Menteri LH Turun Tangan di Festival Kali Sabi 2026, Warga Tangerang Diajak Hentikan Kebiasaan Merusak Lingkungan

 

Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia menyediakan hadiah berupa stimulus modal usaha dengan total nilai mencapai Rp12 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada peserta terbaik sebagai dukungan untuk memperkuat kegiatan usaha koperasi yang mereka kelola.

 

“Sebagai bentuk tantangan bagi pengurus, kami menyediakan hadiah stimulus modal usaha dengan total Rp12 juta yang diharapkan dapat langsung digunakan untuk pengembangan usaha koperasi,” katanya.

 

Sementara itu, narasumber dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian, Fredy Antonie, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman tentang ideologi koperasi, sejarah perkembangan koperasi, hingga strategi bisnis yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

 

Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai tata kelola organisasi yang baik, pengelolaan keuangan yang sehat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional koperasi.

 

Menurut Fredy, digitalisasi menjadi langkah penting yang harus segera diadopsi koperasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.

 

Ia menegaskan, tujuan utama program pembinaan tersebut adalah mendorong lahirnya koperasi yang sehat, mandiri, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

 

“Target besar dari pembinaan ini adalah menstimulasi lahirnya koperasi di Kota Tangerang yang sehat, tangguh, mandiri, profesional, tepercaya dan berdaya saing. Arahnya jelas, yaitu menuju era koperasi modern yang sudah bertransformasi ke arah digitalisasi dan berbasis aplikasi,” ujar Fredy.

 

Melalui pelatihan dan kompetisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Dengan peningkatan kompetensi pengurus dan dukungan transformasi digital, koperasi diharapkan mampu tumbuh lebih modern, efisien, serta menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang semakin kuat di masa depan.***

× Advertisement
× Advertisement