Ratusan mahasiswa FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti Orientasi PLP Integratif 2026 dan Workshop Perangkat Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) sebelum menjalankan praktik mengajar di sekolah dan pengabdian kepada masyarakat.KILAS BANTEN – Sebanyak 738 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi mengikuti Orientasi Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Tahun 2026. Program ini menjadi tahap awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah untuk praktik mengajar sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya memperoleh pembekalan akademik, para mahasiswa juga mendapatkan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui Workshop Pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis AI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi FTIK dalam menyiapkan calon guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan modern.
Peserta kegiatan berasal dari tujuh program studi. Program Studi Pendidikan Agama Islam mengirimkan 186 mahasiswa, Tadris Bahasa Inggris 150 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Arab 84 mahasiswa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 101 mahasiswa, Manajemen Pendidikan Islam 98 mahasiswa, Pendidikan Islam Anak Usia Dini 53 mahasiswa, serta Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam sebanyak 66 mahasiswa.
Orientasi tersebut dihadiri Dekan FTIK, para wakil dekan, Kepala Bagian Umum, ketua dan sekretaris program studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), Kepala Laboratorium, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dosen, narasumber, serta tamu undangan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FTIK, Dr. Supardi, menjelaskan bahwa PLP Integratif merupakan inovasi pembelajaran yang menggabungkan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengajar sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“Melalui PLP Integratif, mahasiswa akan melaksanakan 4 SKS kegiatan di sekolah dan 4 SKS kegiatan pengabdian di masyarakat. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung mahasiswa menyelesaikan studi secara tepat waktu,” ujar Dr. Supardi di Aula Pusgiwa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, mahasiswa akan menjalankan PLP sesuai program studi masing-masing dan mengikuti KKN terpadu mulai 13 Juli hingga 30 Oktober 2026. Menurutnya, model pembelajaran tersebut memberikan pengalaman yang lebih lengkap karena mahasiswa dapat mengasah kompetensi akademik sekaligus keterampilan sosial sebelum memasuki dunia kerja.
Sebagai bagian dari pembekalan, FTIK menghadirkan Suci Mega Dian Sari sebagai narasumber workshop. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari cara memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menyusun modul ajar, perangkat pembelajaran, hingga media pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dekan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Subhan, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa PLP Integratif bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter, etika, dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon pendidik.
Prof. Subhan mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga nama baik kampus selama menjalankan praktik di sekolah maupun saat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Ia meminta seluruh peserta menunjukkan sikap santun, menjaga penampilan, serta menjunjung tinggi etika profesi guru.
“Jadilah representasi terbaik FTIK. Ilmu bukan hanya untuk didengar, tetapi harus dihayati dan diamalkan. Luruskan niat, karena ilmu yang lahir dari hati akan menjadi cahaya yang membawa keberkahan,” pesannya.
Selain itu, Prof. Subhan mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi AI sebagai alat pendukung dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat membantu guru menyusun perangkat pembelajaran, menghasilkan media belajar yang lebih menarik, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa praktik lapangan untuk membangun jejaring profesional dengan sekolah mitra. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi dunia kerja, memperluas relasi, memperoleh data lapangan, hingga mendukung penyusunan tugas akhir.
Melalui Orientasi PLP Integratif 2026 dan Workshop Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence, FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap seluruh mahasiswa mampu menjalankan praktik kependidikan dan pengabdian kepada masyarakat secara profesional, berintegritas, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pembekalan ini diharapkan melahirkan guru-guru masa depan yang mampu menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama pimpinan fakultas, dosen, narasumber, tamu undangan, dan peserta. Setelah itu, mahasiswa mengikuti workshop AI sebagai pembekalan terakhir sebelum mulai menjalankan tugas di sekolah dan masyarakat.***