Gubernur Andra Soni Serahkan Penghargaan Lomba Film Pendek Hari Air Sedunia 2026, Angkat Isu “Water and Gender” yang Menyentuh

Kilas Banten
11 Jun 2026 17:30
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Film Pendek Hari Air Sedunia 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang. Acara berjalan hangat dan penuh apresiasi terhadap karya kreatif generasi muda.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Air Sedunia ke-34 di Provinsi Banten. Pemerintah daerah juga menggelar pengukuhan Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Banten periode 2026–2030. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola air yang berkelanjutan dan kolaboratif.

 

Lomba film pendek tersebut digagas oleh Dinas PUPR Provinsi Banten. Tema yang diangkat adalah “Water and Gender”. Sebanyak 80 peserta ikut berpartisipasi dari kategori pelajar, mahasiswa, hingga umum. Setiap karya menampilkan sudut pandang berbeda tentang air, kehidupan, dan peran perempuan dalam keseharian.

 

Gubernur Andra Soni menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Ia menyoroti peran perempuan yang dinilai sangat penting dalam pengelolaan air di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.

 

“Film-film pendek ini bukan sekadar karya seni, tetapi cerminan suara masyarakat,” ujar Andra Soni, Kamis (11/6/2026).

 

Ia menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama. Menurutnya, edukasi tentang lingkungan tidak hanya bisa dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui karya kreatif seperti film pendek yang mudah dipahami masyarakat.

 

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan lomba ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda. Ia menyebut anak muda bukan hanya penonton, tetapi juga agen perubahan dalam isu sosial dan lingkungan.

 

Arlan menambahkan, peringatan Hari Air Sedunia tahun ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Air harus dikelola dari hulu hingga hilir secara bertanggung jawab. Ia juga menyoroti peran Dewan Sumber Daya Air sebagai forum strategis dalam merumuskan kebijakan pengelolaan air di Banten.

 

Proses penjurian dilakukan secara ketat dan profesional. Tiga dewan juri menilai setiap karya berdasarkan kualitas cerita, kreativitas, kesesuaian tema, serta dampak edukatifnya. Hal ini memastikan setiap film memiliki pesan yang kuat dan relevan.

 

Untuk kategori pelajar dan mahasiswa, juara pertama diraih film “Sebelum Waktunya” karya SMAN 3 Kota Serang. Juara kedua diraih “Sa Tetes” dari SMK PGRI 1 Tangerang. Juara ketiga jatuh pada “Bukan Sekadar Tetes” dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

 

Sementara itu, pada kategori umum, juara pertama diraih film “Nasihat Ibu” karya Sadulur Kreatif. Juara kedua adalah “Tagihan Bulan Ini” karya ADC Banten. Juara ketiga diraih “Perempuan Penjaga Muara” karya The Sukanda Production.

 

Ajang ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi sarana efektif dalam menyuarakan isu lingkungan dan sosial. Pemerintah Provinsi Banten berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan mampu melibatkan lebih banyak generasi muda di masa mendatang.***