Serang Banten

Pemkot Serang Dorong Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat untuk Perkuat Perlindungan Anak

Pemkot Serang menyampaikan pentingnya kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam perlindungan anak.
Pemkot Serang menyampaikan pentingnya kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam perlindungan anak.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegaskan bahwa upaya perlindungan anak tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan setiap anak memperoleh hak hidup, tumbuh kembang, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Wasis Dewanto, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Serang yang digelar di GOR Stadion Maulana Yusuf.

Menurut Wasis, Kota Serang terus berupaya memperkuat perlindungan anak melalui berbagai layanan yang disediakan pemerintah.

Upaya tersebut dilakukan di tengah masih adanya persoalan seperti perundungan, kekerasan seksual terhadap anak, hingga perundungan di ruang digital.

Forum Anak Kota Serang Nilai Dukungan Pemkot terhadap Program Inklusif Terus Meningkat

“Kondisi perlindungan anak di Kota Serang masuk kategori yang baik sebagai Kota Layak Anak. Namun kami tetap memberikan pelayanan untuk menerima laporan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut anak,” katanya.

Wasis menjelaskan, pemenuhan hak anak menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas.

Hak tersebut mencakup hak untuk hidup, memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurut dia, Pemkot Serang juga berupaya menghadirkan berbagai program pendukung, seperti pendidikan gratis, bantuan perlengkapan pendidikan bagi anak yatim, hingga penyediaan ruang bermain yang ramah anak.

“Kita juga mendengarkan apa yang sebenarnya diharapkan anak melalui aspirasi yang mereka sampaikan. Itu menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan perlindungan anak,” ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.

Temu Karya Karang Taruna Curug Kota Serang Digugat ke Pusat, Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Cacat Formil Jadi Sorotan

Meski demikian, Wasis menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan anak tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.

Peran keluarga dinilai menjadi faktor paling penting karena lingkungan keluarga merupakan tempat pertama anak memperoleh pengasuhan dan pendidikan karakter.

“Implementasinya tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, termasuk sekolah-sekolah yang ada di Kota Serang,” ucapnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun kedekatan emosional dengan anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik mereka.

“Kita ingin orang tua menyadari pentingnya mendekati anak bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional,” tutur Wasis.

Modus Invoice Bodong dalam Pengiriman Muatan Barang, Tiga Terdakwa Penggelapan Divonis 2 Tahun oleh PN Serang

× Advertisement
× Advertisement