KILAS BANTEN – Kepengurusan baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, langsung membuktikan komitmennya kepada masyarakat. Tidak lama setelah resmi dilantik, jajaran pengurus turun langsung ke lapangan untuk membersihkan tumpukan sampah di salah satu ruas jalan strategis di wilayah Kragilan.
Aksi sosial tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru MWCNU Kragilan dalam menunjukkan bahwa organisasi keagamaan juga memiliki tanggung jawab terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rais Syuriyah MWCNU Kragilan, KH Munawwar Kholili, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi jajaran pengurus MWCNU, Ketua Tanfidziyah, anggota Banser, Ansor, serta masyarakat yang bergotong royong membersihkan sampah yang telah lama menumpuk.
Menurut KH Munawwar Kholili, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata warga Nahdlatul Ulama kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak hanya hadir melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

Pengurus MWCNU Kragilan bersama Banser, Ansor, dan warga bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di salah satu ruas jalan di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa (11/8/2026).
“Kami sebagai warga negara, khususnya masyarakat Kecamatan Kragilan dan Kabupaten Serang, ingin memberikan kontribusi sesuai kemampuan kami. Bersama MWC NU, Ketua Tanfidziyah, Banser, dan Ansor, kami berupaya membersihkan sampah yang sudah menumpuk di lokasi ini,” ujar KH Munawwar Kholili, Selasa (11/8/2026).
Ia menilai persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pihak terkait perlu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik agar masyarakat memiliki fasilitas pembuangan yang memadai.
KH Munawwar Kholili juga mengingatkan bahwa tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Selain merusak keindahan lingkungan, sampah rumah tangga berpotensi menjadi sumber penyakit dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan sampah harus menjadi agenda bersama agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas.
“Kami berharap para pejabat, baik di tingkat bawah maupun tingkat atas, dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Penumpukan sampah harus diantisipasi agar tidak memicu penyebaran penyakit,” katanya.
Selain menyampaikan harapan kepada pemerintah, KH Munawwar Kholili juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Aksi bersih-bersih ini juga menjadi simbol arah kepengurusan baru MWCNU Kragilan. Organisasi tersebut ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau kegiatan di mimbar, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi Nahdlatul Ulama, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai keagamaan sekaligus tanggung jawab moral. Merawat alam dipandang sebagai ikhtiar menjaga keberlangsungan kehidupan bersama dan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, MWCNU Kragilan berharap dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Mereka meyakini bahwa perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Pengurus MWCNU Kragilan juga mengajak seluruh kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Serang untuk menggelar gerakan serupa di wilayah masing-masing. Setiap persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar diharapkan dapat direspons melalui aksi nyata tanpa harus menunggu program besar dari pemerintah.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pemerintah menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, gerakan tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah demi menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.***

