SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serang

Disnakertrans Kabupaten Serang Cetak Barista Difabel, Peluang Usaha Kopi Kini Terbuka Lebar

Sebanyak 16 penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang mengikuti pelatihan pembuatan espresso dan latte art yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.
Sebanyak 16 penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang mengikuti pelatihan pembuatan espresso dan latte art yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang terus memperkuat upaya pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Kali ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang membekali 16 anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang dengan keterampilan menjadi barista profesional.

Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Juli 2026, di Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas. Para peserta mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam meracik kopi, termasuk pembuatan espresso dan latte art yang kini menjadi keahlian penting di industri kopi.

Program tersebut merupakan bagian dari Tailor Made Training (TMT), hasil kolaborasi Disnakertrans Kabupaten Serang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang di bawah Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini dirancang agar materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha mandiri.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, menjelaskan pelatihan tersebut lahir dari aspirasi PPDI Kabupaten Serang. Organisasi yang dipimpin Muhammad Lebeh Johor bersama pengurus Teguh mengusulkan pelatihan barista karena melihat industri kopi terus berkembang dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.

Direksi PT BPR Serang Bakal Dirombak, DPRD Kirim Sinyal Keras, Profesional atau Bank Daerah Bisa Bernasib Kolaps

“Ini adalah pelatihan kerja sama Disnakertrans dengan BBPVP Serang milik Kementerian Ketenagakerjaan yang berkaitan dengan program Tailor Made Training atau TMT,” ujar Diana, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Diana, pihaknya langsung menindaklanjuti usulan tersebut hingga akhirnya pelatihan dapat digelar dengan melibatkan 16 peserta penyandang disabilitas.

“Mengingat sekarang profesi barista banyak berkembang, khususnya untuk pengembangan kewirausahaan. Kami kemudian menjembatani dan alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan pembukaan pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta,” katanya.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Regulasi itu menjamin setiap penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam pendidikan, pekerjaan, dan berbagai sektor kehidupan tanpa diskriminasi.

Jadwal Bupati Ratu Rachmatuzakiyah Hadiri Penutupan MTQ XXIII Banten Malam Ini, Komitmen Cetak Generasi Qurani Kian Diperkuat

Diana berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai bekal pelatihan semata. Ilmu tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi usaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

“Semoga keterampilan ini bisa diterapkan dan dikembangkan usahanya sehingga mampu memperluas lapangan kerja di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan sebagian peserta telah memiliki pengalaman berwirausaha. Bahkan, ada peserta yang telah mengelola kantin dan ingin menambah menu kopi agar usahanya semakin berkembang. Dengan bekal teknik membuat espresso dan latte art, produk yang ditawarkan diharapkan memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi.

Program peningkatan kompetensi ini juga sejalan dengan arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja.

Disnakertrans menilai peningkatan keterampilan masyarakat menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka berbagai pelatihan vokasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Waspada Anak Krakatau Masih Siaga, Pemerintah Minta Warga Banten dan Lampung Abaikan Hoaks Tsunami

Diana juga mengajak PPDI dan media massa ikut menyebarluaskan informasi mengenai program pelatihan yang masih tersedia agar semakin banyak warga Kabupaten Serang yang memperoleh manfaat.

“Kami berharap media dapat membantu menyosialisasikan bahwa masih banyak pelatihan yang dibuka dan kami membutuhkan peserta-peserta pelatihan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, mengatakan seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan antusias sejak hari pertama. Selama empat hari, mereka mendapatkan materi teori dan praktik mengenai teknik pembuatan espresso, penggunaan mesin kopi, hingga seni menghias minuman melalui latte art.

Menurut Furqon, Disnakertrans akan terus menghadirkan program peningkatan kompetensi bagi penyandang disabilitas melalui berbagai kerja sama dengan pemerintah maupun mitra lainnya. Setelah pelatihan berakhir, peserta juga akan memperoleh pendampingan dan monitoring untuk memastikan keterampilan yang telah dipelajari benar-benar diterapkan dalam dunia kerja maupun pengembangan usaha mandiri.***

× Advertisement
× Advertisement