KILAS BANTEN – Kasus perundungan atau bullying masih menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan, terutama saat dimulainya tahun ajaran baru. Untuk mencegah munculnya kasus tersebut, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Terbang Tinggi Kota Tangerang turun langsung memberikan edukasi kepada para pelajar di SMA/SMK Mutiara Bangsa 1 Kota Tangerang.
Kegiatan bertajuk “Pencegahan Perilaku Bullying di Sekolah” itu menjadi langkah preventif Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Program tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran siswa agar mampu menghargai sesama serta berani menolak segala bentuk tindakan perundungan.
Psikolog Puspaga Terbang Tinggi Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik. Perundungan juga dapat muncul melalui ucapan yang menyakitkan, intimidasi, sikap merendahkan, hingga pengucilan dalam pergaulan.
Menurut Glori, berbagai bentuk bullying tersebut dapat memberikan dampak psikologis yang serius apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, para siswa perlu memahami sejak dini bagaimana mengenali perilaku perundungan sekaligus mengetahui cara mencegahnya.
“Selain mengenali bentuknya, para siswa juga dibekali pemahaman tentang cara merespons secara bijak jika melihat atau mengalami tindakan perundungan,” ujar Glori, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa keberanian untuk melapor menjadi salah satu langkah penting dalam memutus rantai bullying di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, kepedulian terhadap teman yang menjadi korban juga harus terus ditanamkan agar tercipta budaya saling melindungi di kalangan pelajar.
Dalam sesi psikoedukasi tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai dampak jangka panjang akibat bullying. Korban perundungan berpotensi mengalami penurunan rasa percaya diri, gangguan emosional, kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial, hingga penurunan prestasi belajar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bullying bukan sekadar persoalan kenakalan remaja. Perundungan dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus menghambat proses tumbuh kembang siswa apabila tidak mendapat pendampingan secara tepat.
Melalui kegiatan ini, Puspaga Kota Tangerang berharap para pelajar memiliki empati yang lebih tinggi terhadap teman-temannya. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat belajar yang positif, inklusif, serta bebas dari rasa takut.
Program edukasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Upaya pencegahan bullying dinilai memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga warga sekolah secara keseluruhan.
Selain aktif memberikan edukasi di berbagai sekolah, Puspaga Terbang Tinggi Kota Tangerang juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi masyarakat. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh siswa, orang tua, maupun tenaga pendidik yang membutuhkan bantuan profesional terkait persoalan psikologis dan pola pengasuhan.
Ke depan, Puspaga akan terus memperluas program psikoedukasi ke sekolah-sekolah lain di Kota Tangerang. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kampanye pencegahan bullying sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental anak.
Masyarakat maupun pihak sekolah yang ingin memperoleh layanan konseling, pendampingan psikologis, atau mengajukan program edukasi dapat menghubungi Puspaga Terbang Tinggi Kota Tangerang melalui akun Instagram @puspaga.kotatangerang maupun layanan WhatsApp di 0896-0200-4040.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Puspaga optimistis angka perundungan di lingkungan pendidikan dapat ditekan. Dengan terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif, setiap siswa diharapkan dapat belajar secara optimal tanpa rasa takut serta mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.***

