KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai mematangkan pelaksanaan program seragam sekolah gratis yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Serang Budi Rustandi.
Sebanyak lebih dari 20 ribu siswa SD dan SMP negeri diproyeksikan menjadi penerima bantuan seragam pada tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap pengukuran badan siswa sebelum proses produksi dimulai.
Pengukuran dilakukan agar seragam yang diterima sesuai dengan ukuran masing-masing siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan penyedia seragam telah ditetapkan melalui mekanisme e-katalog dan kini mulai melakukan pengukuran di setiap sekolah.
“Sudah ada pemenang melalui e-katalog, dan sekarang sedang melakukan pengukuran di sekolah-sekolah,” katanya Jumat 17 Juli 2026.
“Pengukuran dilakukan supaya seragam benar-benar bermanfaat dan ukurannya sesuai dengan masing-masing siswa,” kata Ahmad Nuri.
Pengukuran Seragam Gratis Jadi Tahap Penting Sebelum Produksi
Ahmad Nuri menjelaskan seluruh kepala sekolah bersama bidang kesiswaan diminta mempercepat proses pendataan ukuran siswa.
Setelah seluruh data terkumpul, penyedia akan langsung memproduksi seragam.
Menurutnya, proses produksi diperkirakan berlangsung selama 75 hari kerja atau sekitar 2,5 bulan.
Ia menegaskan pengukuran dilakukan agar tidak terjadi kesalahan ukuran saat seragam dibagikan kepada siswa.
“Tadinya kami berpikir menggunakan ukuran umum seperti S, M, atau L. Tetapi setelah dipertimbangkan, semua siswa harus diukur agar seragam yang diterima benar-benar pas dan bisa digunakan,” ujarnya.
Ahmad Nuri menambahkan pembagian seragam ditargetkan mulai dilakukan pada awal September 2026 setelah proses produksi selesai.
Sasar Lebih dari 20 Ribu Siswa Negeri
Program seragam gratis tahun ini diprioritaskan bagi siswa sekolah negeri di Kota Serang.
Dispenbud mencatat sasaran penerima mencapai 8.559 siswa SMP negeri dan sekitar 12 ribu siswa SD negeri, atau lebih dari 20 ribu siswa secara keseluruhan.
Untuk jenjang SMP, bantuan yang diberikan tahun ini baru berupa seragam putih-biru.
Sementara pengadaan seragam pramuka, olahraga, batik, maupun pakaian hari Jumat belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,8 miliar untuk menjalankan program tersebut, yang terdiri dari Rp1,6 miliar bagi siswa SD negeri dan Rp1,2 miliar untuk siswa SMP negeri.
Ahmad Nuri berharap program seragam gratis dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua sekaligus memastikan seluruh siswa memiliki seragam yang layak digunakan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

