Advertisement
Serang

Isu Nikah Siri Tokoh Banten Masih Menjadi Perbincangan Publik

Isu Nikah Siri
Isu Nikah Siri

KILAS BANTEN – Isu pernikahan siri AS yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin di Banten dengan perempuan berinisial IF, masih menjadi perbincangan publik terutama di media sosial.

Salinan surat nikah siri yang diterima wartawan diketahui AS yang ketahui kelahiran Payakumbuh pada 12 Agustus 1978 ini menikah siri dengan perempuan berinisial IF yang merupakan warga Perumahan Puspa Regensi, Ciracas, Kota Serang pada November 2021 di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Diketahui pada 2021, AS masih menjabat sebagai Ketua DPRD Banten.

Bahkan, kasus tersebut sempat dilaporkan oleh wanita berinisial IF kepada Komnas Perempuan pada 6 Juli 2026 lalu.

Kasus tersebut sempat menghebohkan warga Banten karena dalam laporan di Komnas Perempuan, salah satu tokoh politik terkenal di Banten yang dilaporkan.

BOS Kabupaten Serang Dipastikan Bersih, Kadindikbud Ultimatum Kepala Sekolah: Siap Terima Sanksi Pidana Jika Langgar Aturan

Kasus itu pun ramai menjadi buah bibir dikalangan wartawan dan semua pegawai dilingkungan Pemprov Banten.

Bahkan, sejak ditayangkan di akun tiktok Wanita Pancasila, IF secara gamblang menyebutkan jabatan tokoh politik tersebut.

Selain karena tidak memberikan nafkah beberapa bulan terakhir, persoalan itu pun dikaitkan dengan tindakan asusila. Belakangan, akun tiktok Wanita Pancasila tidak dapat diakses dan hilang dari peredaran.

“Saya datang (ke Komnas Perempuan, red) untuk pengaduan atas nasib saya. Saya mencari perlindungan. Kejadian ini sudah lama, sudah enam tahun saya berjuang. Saya sudah beberapa kali melakukan mediasi, tapi tidak pernah digubris,” kata IF dalam video yang beredar.

Selang beberapa waktu kemudian, IF menganulir pernyataannya sendiri dan melaporkan balik akun atau orang yang menyebarkan video pernyataannya ke Polda Metro Jaya karena dianggap sebagai sebuah hoaks.

Wali Kota Serang Budi Rustandi Ingin Revisi Perda PUK Jerat Penjual Miras Ilegal hingga Online

Saya, dengan ini saya mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan video viral, hoaks, di Tiktok, saya didampingi pengacara saya,” kata dia.***

× Advertisement
× Advertisement