Wakil Rektor II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ali Muhtarom, menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Fakultas Dakwah di Grand Serpong Hotel, Tangerang.KILAS BANTEN – Wakil Rektor II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ali Muhtarom, menegaskan pentingnya penyelarasan program kerja fakultas dengan Rencana Strategis (Renstra) universitas. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Fakultas Dakwah, Mengusung tema dengan tajuk “Evaluasi dan Revitalisasi Program Fakultas Dakwah” di Grand Serpong Hotel, Tangerang, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Ali menekankan bahwa pengembangan mutu kelembagaan tidak bisa berjalan sendiri. Setiap program kerja harus terhubung langsung dengan sasaran kinerja universitas.
Ia meminta seluruh unsur pimpinan dan dosen bekerja dalam tim yang kompak dan solid.
“Sasaran kinerja dimaksudkan untuk memastikan terlaksananya program-program prioritas supaya terarah, terukur, dan berkelanjutan dalam peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi,” ujar Ali, Jumat, 13 Februari 2026.

Wakil Rektor II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ali Muhtarom, menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Fakultas Dakwah di Grand Serpong Hotel, Tangerang.
Ia menjelaskan, sasaran tersebut juga mencakup penguatan tata kelola kelembagaan yang modern, akuntabel, dan profesional.
Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi untuk mendorong reputasi akademik dan daya saing kampus.
Ali mengungkapkan, terdapat 25 poin Key Performance Indicator (KPI) prioritas yang harus dibahas secara mendalam dalam rapat kerja. Seluruh poin itu telah dikirim ke masing-masing fakultas untuk ditelaah. Fakultas diminta menjadikannya dasar dalam menyusun sasaran kinerja serta komitmen pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
Ia menegaskan, pencapaian IKU bukan hanya tanggung jawab pimpinan universitas. Setiap fakultas memegang peran strategis.
“Sasaran kinerja menjadi indikator pencapaian oleh masing-masing fakultas dan dilaksanakan bersama-sama untuk mencapai IKU universitas,” katanya.
Beberapa KPI prioritas yang menjadi sorotan dalam raker antara lain peningkatan jumlah dosen dan tenaga kependidikan yang memperoleh sertifikasi kompetensi. Universitas menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terukur.
Selain itu, universitas juga mendorong penambahan jumlah Guru Besar, baik di bidang ilmu agama maupun ilmu umum. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.
Pada aspek publikasi ilmiah, universitas menargetkan peningkatan jumlah jurnal bereputasi internasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat rekognisi global dan reputasi akademik kampus.
Dari sisi tata kelola keuangan, efektivitas realisasi target penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga masuk dalam indikator kinerja. Fakultas diminta mengoptimalkan pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel.
Kerja sama institusi menjadi perhatian lain. Universitas mendorong peningkatan kerja sama aktif yang berdampak nyata dan menghasilkan output maupun outcome bagi fakultas. Kerja sama tidak lagi sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus menghasilkan program konkret.
Raker juga membahas rencana pembukaan program studi baru pada rumpun EMBA dan Hukum. Langkah ini diharapkan memperluas akses pendidikan serta menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Di bidang pengembangan dosen, universitas menargetkan peningkatan jumlah dosen yang menjadi narasumber pada konferensi nasional maupun internasional. Dosen juga didorong memiliki sertifikat profesi untuk memperkuat kompetensi.
Selain itu, program studi diminta mulai menerapkan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Pendekatan ini menekankan capaian pembelajaran yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa pun diarahkan mengikuti program sertifikasi profesi guna meningkatkan daya saing lulusan.
Melalui Rapat Kerja Fakultas Dakwah ini, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan komitmennya terhadap peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi. Dengan 25 KPI prioritas sebagai panduan, universitas berharap setiap fakultas mampu bergerak selaras dan mencapai target strategis secara terukur.
Ali menutup arahannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi seluruh elemen kampus.