Cap Go Meh 2577/2026 Menggema di Vihara Metta Serang, FKUB Turun Langsung, Pesan Toleransi Kian Menguat

Kilas Banten
3 Mar 2026 22:22
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang, Kota Serang, Selasa, 3 Maret 2026, berlangsung meriah dan penuh nuansa persaudaraan. Kehadiran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang dan perwakilan Komunitas GUSDURian Serang Raya menjadi momen penting dalam agenda tersebut. Kehadiran lintas agama ini menegaskan komitmen bersama menjaga toleransi di Kota Serang.

 

Pemuka Agama Buddha Vihara Metta Serang, Romo Yurri Sugiharto, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi FKUB dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini. Ia menilai kehadiran tersebut sebagai langkah bersejarah bagi hubungan antarumat beragama di daerah.

 

“Kami dari Vihara Metta hari ini mengadakan acara Cap Go Meh Imlek 2577/2026. Baru sekali ini FKUB Kota Serang menghadiri acara Cap Go Meh bersama. Kami merasa sangat senang. Terasa sekali persaudaraan dan kerukunan di Kota Serang ini,” ujar Romo Yurri.

 

Menurutnya, kehadiran FKUB dan elemen masyarakat lintas agama memberi energi positif bagi umat Buddha yang merayakan. Ia berharap kebersamaan itu terus berlanjut pada perayaan-perayaan berikutnya.

 

“Semoga tahun-tahun berikutnya kita bisa kembali melaksanakan acara Imlek dan Cap Go Meh ini bersama-sama dengan FKUB Kota Serang. Dengan begitu hubungan kita semua semakin erat,” katanya.

 

Cap Go Meh merupakan puncak rangkaian Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek. Tradisi ini menjadi momen doa, refleksi, dan ungkapan syukur bagi umat Buddha dan masyarakat Tionghoa. Di Kota Serang, perayaan ini juga menjadi ruang interaksi sosial lintas agama.

 

Sekretaris FKUB Kota Serang, Haji Ucu Syuhada, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen nyata menjaga kerukunan umat beragama. Ia membuka sambutannya dengan ucapan selamat Tahun Baru Imlek.

 

“Atas nama Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang, saya Haji Ucu Syuhada selaku sekretaris mengucapkan gong xi fa cai,” ujarnya.

 

Haji Ucu mengaku mendapatkan pengalaman baru dengan menghadiri perayaan Cap Go Meh secara langsung. Ia merasakan suasana kebersamaan yang kuat di tengah perbedaan keyakinan.

 

“Secara pribadi saya baru paham lebih dalam tentang Cap Go Meh ini. Tetapi luar biasa ketika kita hadir bersama-sama. Suasana toleransi dan moderasi antarumat beragama betul-betul terasa,” katanya.

 

Ia menjelaskan, FKUB hadir dengan perwakilan berbagai agama. Selain unsur umat Islam, hadir pula perwakilan Katolik, Kristen, dan Hindu. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa forum ini aktif merawat dialog dan silaturahmi lintas iman.

 

“Selain dari umat Islam, ada juga utusan FKUB dari Katolik, Kristen, dan Hindu. Kita hadir bersama-sama memeriahkan acara ini. Pesannya sangat penting untuk terus dirawat di Kota Serang,” ujarnya.

 

Kehadiran Komunitas GUSDURian Serang Raya turut memperkaya suasana. Komunitas ini dikenal konsisten mendorong nilai toleransi dan keberagaman. Partisipasi mereka mempertegas bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi jembatan sosial antarwarga.

 

Perayaan Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang bukan sekadar ritual keagamaan. Agenda ini berkembang menjadi ruang perjumpaan dan dialog. Masyarakat dari latar belakang berbeda duduk bersama. Mereka berbagi pengalaman dan memperkuat rasa saling menghormati.

 

Momentum ini memperlihatkan bahwa toleransi tidak berhenti pada slogan. Toleransi hadir dalam tindakan nyata. FKUB dan elemen masyarakat menunjukkan komitmen tersebut melalui kehadiran langsung di tengah perayaan.

 

Bagi Kota Serang, perayaan ini menjadi catatan penting dalam perjalanan kerukunan umat beragama. Sinergi antara Vihara Metta Serang, FKUB, dan komunitas lintas iman memperkuat fondasi harmoni sosial. Nilai moderasi beragama semakin terasa dalam praktik kehidupan sehari-hari.

 

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Kota Serang diharapkan mampu menjadi contoh toleransi antarumat beragama. Perayaan Cap Go Meh 2577/2026 pun meninggalkan pesan kuat bahwa persaudaraan dapat tumbuh subur di tengah keberagaman.