Ramadhan 2026, BIWALI Lebak Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa, Masjid Al Ikhlas Bergema Doa dan Haru

Kilas Banten
19 Mar 2026 01:21
Lebak 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Suasana Masjid Al Ikhlas di Kampung Rumbut, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berubah hangat dan penuh haru pada Rabu, 18 Maret 2026. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Sembilan Wali (BIWALI) Kabupaten Lebak menggelar santunan bagi anak yatim dan duafa yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

 

Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Puluhan anak yatim dan warga kurang mampu tampak hadir didampingi pengurus RT/RW setempat untuk menerima bantuan secara langsung.

 

Ketua DPD BIWALI Kabupaten Lebak, Abdul Rohman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi kepada lingkungan sosial.

 

Ia menegaskan bahwa BIWALI ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian di tengah masyarakat.

 

“Kegiatan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus kepedulian kami terhadap anak-anak yatim dan kaum duafa. Kami ingin kebersamaan di bulan Ramadhan ini membawa manfaat nyata,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

 

Menurut Abdul Rohman, santunan diberikan kepada 17 anak yatim dan sekitar 42 warga duafa. Seluruh penerima mendapatkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan suci. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus BIWALI, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta masyarakat.

 

“Kami juga mengajak seluruh pengurus dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar,” katanya.

 

Abdul Rohman menambahkan, BIWALI berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan sosial serupa di masa mendatang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat solidaritas internal organisasi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

 

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin. Semoga ke depan bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya.

 

Acara berlangsung sederhana namun khidmat. Setelah penyerahan santunan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh undangan. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar pengurus organisasi, tokoh agama, dan warga.

 

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Ikhlas, Taufik, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan masjid. Ia menilai santunan ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BIWALI dan para donatur yang telah mempercayakan Masjid Al Ikhlas sebagai tempat kegiatan. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semua pihak,” ujarnya.

 

Selain pengurus BIWALI dan DKM, kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama dan unsur pemerintahan desa. Ketua MUI Desa Nameng KH Saprudin turut hadir memberikan dukungan moral. Sementara itu, pemerintah desa diwakili oleh staf kepala desa.

 

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata memberikan bantuan materi. Lebih dari itu, santunan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diterima sekaligus upaya meringankan beban sesama.

 

Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi. Dukungan mereka dinilai menjadi faktor utama terselenggaranya acara dengan lancar.

 

“Langkah kecil ini diharapkan menjadi jembatan kebaikan dan keberkahan bagi kita semua, sekaligus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak yatim,” demikian pernyataan panitia.

 

Acara ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Senyum anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi pemandangan paling mengharukan dalam kegiatan tersebut.

 

Melalui kegiatan ini, BIWALI Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata untuk membantu sesama.***