Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di halaman Rektorat UIN SMH Banten diikuti pimpinan dan sivitas akademika.KILAS BANTEN – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menggema kuat di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Upacara bendera yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh unsur pimpinan universitas hadir dalam kegiatan ini. Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, Direktur Pascasarjana, hingga dosen dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan khidmat. Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan institusi dalam memperkuat peran pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Subhan, M.Ed., bertindak sebagai pembina upacara. Ia membacakan amanat resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan.
“Pendidikan adalah proses membentuk manusia dengan penuh kasih sayang, untuk mengembangkan potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujar Prof. Subhan, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menekankan pentingnya meneladani pemikiran Ki Hajar Dewantara. Konsep sistem among yang menitikberatkan pada asah, asih, dan asuh dinilai tetap relevan dalam membentuk karakter generasi bangsa. Prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam membangun peradaban yang bermartabat, sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Lebih lanjut, Prof. Subhan menguraikan arah kebijakan pendidikan nasional yang selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui konsep Asta Cita. Ia menyebutkan lima strategi utama untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata.
Pemerintah, kata dia, mendorong revitalisasi sarana pendidikan, baik fisik maupun digital. Peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi prioritas melalui program beasiswa dan sertifikasi. Selain itu, metode pembelajaran berbasis deep learning mulai diterapkan guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Penguatan karakter peserta didik turut menjadi fokus utama. Lingkungan sekolah diarahkan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif melalui konsep ASRI. Di sisi lain, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi berbasis STEM terus dikembangkan untuk mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di era global.
Upacara Hardiknas ini juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif. Pemerintah terus membuka akses pendidikan seluas-luasnya, termasuk bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan hambatan geografis. Program seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, hingga layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus diperluas.
Menurut Prof. Subhan, keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan semata. Ia menegaskan perlunya perubahan pola pikir dan penguatan mental dari seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang jelas dari semua pihak,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pimpinan universitas juga memberikan penghargaan kepada pegawai. Rektor menyerahkan secara simbolis 39 Surat Keputusan kenaikan pangkat. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan.
Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja serta mendorong kontribusi yang lebih besar dalam memajukan dunia pendidikan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang profesional dan berdedikasi.
Peringatan Hardiknas 2026 di UIN SMH Banten tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Kampus menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.***