Gubernur Banten Andra Soni membuka Rakerda HIPMI Banten 2026 di Kota Serang dan mengajak pengusaha muda memanfaatkan peluang bisnis sektor pangan serta agrikultur.KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menantang para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten untuk lebih agresif menangkap peluang usaha di sektor pangan dan agrikultur. Ajakan itu disampaikan di tengah pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,64 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Pesan tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Banten Tahun 2026 di Aula Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam forum yang dihadiri pengusaha muda dari berbagai daerah di Banten itu, Andra meminta HIPMI tidak hanya fokus mengejar keuntungan bisnis. Menurutnya, organisasi pengusaha muda juga harus mampu menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Saya berharap HIPMI berperan aktif dalam pembangunan provinsi. Dengan Rakerda ini kami berharap melahirkan program-program HIPMI yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.
Rakerda HIPMI Banten tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi dan Aksi Pengusaha Muda Banten untuk Indonesia Raya”. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda).
Dalam sambutannya, Andra memaparkan kondisi ekonomi Provinsi Banten yang dinilai terus bergerak positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Banten pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,64 persen secara year-on-year.
Menurutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 17,88 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan bahwa sektor pangan memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Ini capaian yang patut disyukuri dan menjadi keyakinan kita pertumbuhan ekonomi di Banten akan terus tumbuh,” katanya.
Andra menilai pengusaha muda memiliki posisi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut HIPMI dapat menjadi motor penggerak lahirnya iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut dia, membutuhkan dukungan aktif dari dunia usaha untuk memperluas investasi dan memperkuat ekonomi daerah.
“Menjadi penting bagi saya untuk hadir dalam kegiatan HIPMI Banten karena pengusaha-pengusaha muda ini adalah harapan kita ke depan. Saat mereka mampu berusaha menciptakan iklim usaha yang baik, maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten akan semakin baik,” ucapnya.
Andra juga menyoroti besarnya potensi sektor agrikultur di Banten. Letak geografis Banten yang berdekatan dengan Jakarta dinilai menjadi keuntungan besar dalam pengembangan distribusi pangan dan hasil pertanian.
Ia meminta para pengusaha muda mulai melirik sektor pangan dan hortikultura yang saat ini memiliki permintaan pasar sangat tinggi.
“Salah satu peluang saat ini yang menarik dan berpotensi di Provinsi Banten adalah terkait agrikultur. Potensi-potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha muda,” jelasnya.
Tak hanya itu, Andra turut mengajak HIPMI mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi program nasional pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan sektor pertanian dan kebutuhan pangan.
“Program MBG ini bisa kita dukung bersama, karena 85 persen biaya di MBG itu larinya ke pertanian dan kebutuhan pangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah, mengatakan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda merupakan agenda penting organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan kapasitas pengusaha muda.
Menurut Rifky, pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,64 persen menunjukkan kebijakan stimulus ekonomi yang dijalankan Pemprov Banten berjalan cukup baik.
Ia juga mengingatkan para pengusaha muda agar tidak hanya terpaku pada sektor usaha konvensional. Sektor pangan dan hortikultura dinilai menjadi bidang strategis dengan potensi keuntungan besar.
“Sekarang jangan lagi hanya bicara sektor usaha konvensional, tapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan dan supply-demand-nya luar biasa,” ujarnya.
Ketua Panitia kegiatan, Faizal Hermiansyah, menambahkan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan jejaring bisnis bagi pengusaha muda Banten.
Menurutnya, Forbisda menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memberikan wawasan usaha, strategi bisnis, serta peluang investasi kepada peserta.
“Kami memberikan edukasi bagi pengusaha muda agar lebih meningkat. Forbisda juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional untuk memberikan saran, masukan, dan edukasi bagi para pengusaha muda Banten,” katanya.***