KILAS BANTEN – Program bus sekolah gratis untuk siswa disabilitas yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mendapat respons positif dari para orang tua. Layanan ini tidak hanya memangkas biaya transportasi harian, tetapi juga membuat perjalanan anak menuju sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan tepat waktu.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Nuru, orang tua Anissa, siswi kelas II SMP di SKh Negeri 01 Tangerang Selatan.
Ia mengaku kehadiran bus sekolah gratis menjadi solusi yang selama ini dinantikan oleh keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Saat ditemui usai mengantar putrinya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Nuru mengatakan program tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari keluarganya.
“Alhamdulillah, benar-benar sangat terbantu, terutama untuk kami orang tua yang memiliki anak disabilitas,” ujar Nuru, Selasa (14/7/2026),
Sebelum layanan bus sekolah disediakan pemerintah, Nuru harus mengandalkan transportasi daring roda empat untuk mengantar dan menjemput anaknya setiap hari dari kawasan Cirendeu menuju sekolah. Kondisi itu membuat pengeluaran transportasi menjadi cukup besar.
Dalam satu hari, biaya perjalanan yang harus disiapkan mencapai sekitar Rp120 ribu hingga Rp150 ribu. Pengeluaran tersebut menjadi beban rutin agar putrinya tetap bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kini, sejak bus sekolah gratis mulai beroperasi, biaya tersebut tidak lagi harus dikeluarkan. Nuru mengaku keluarganya dapat menghemat pengeluaran harian dalam jumlah yang cukup signifikan.
“Alhamdulillah hemat. Terus kita juga tepat waktu, dan nyaman,” katanya.
Selain memberikan keuntungan dari sisi ekonomi, Nuru juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang diberikan Pemkot Tangerang Selatan. Menurutnya, armada bus berada dalam kondisi baik, bersih, dan nyaman sehingga membuat orang tua merasa lebih tenang saat melepas anak berangkat ke sekolah.
Ia menilai faktor keamanan dan kenyamanan menjadi kebutuhan utama bagi siswa penyandang disabilitas. Karena itu, kehadiran bus sekolah tidak hanya membantu mobilitas, tetapi juga memberikan rasa percaya diri kepada orang tua bahwa anak mereka memperoleh fasilitas transportasi yang layak.
“Busnya juga bagus dan kami sangat terbantu. Sangat-sangat memuaskan,” tuturnya.
Meski memberikan banyak manfaat, Nuru berharap program tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak siswa disabilitas di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah keluarga yang belum dapat memanfaatkan layanan tersebut karena trayek bus belum melewati kawasan tempat tinggal mereka.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menambah jumlah armada sekaligus memperluas rute perjalanan. Dengan begitu, lebih banyak pelajar berkebutuhan khusus dapat memperoleh akses transportasi yang aman dan gratis.
“Mudah-mudahan ke depannya ada tambahan armada lagi. Mungkin ada beberapa orang tua murid yang belum mendapatkan trayek dan belum terjangkau oleh layanan bus sekolah, terlebih untuk bus disabilitas ini,” ujarnya.
Program bus sekolah gratis merupakan salah satu langkah Pemkot Tangerang Selatan dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif. Pemerintah berupaya memastikan setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tanpa terkendala transportasi.
Keberadaan layanan ini juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Biaya yang sebelumnya dialokasikan untuk transportasi kini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.
Selain itu, siswa juga memperoleh kepastian jadwal keberangkatan sehingga lebih disiplin dan tidak terlambat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Aspek keselamatan selama perjalanan pun menjadi nilai tambah yang dirasakan oleh para orang tua.
Ke depan, perluasan cakupan layanan diharapkan menjadi prioritas agar semakin banyak kawasan permukiman dan sekolah dapat terhubung dengan trayek bus sekolah gratis. Dengan dukungan armada yang memadai, program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan inklusif, meningkatkan kenyamanan siswa disabilitas, sekaligus menghadirkan layanan publik yang semakin berpihak kepada kebutuhan masyarakat.***

