Advertisement
Tangerang

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Bikin Hari Pertama MPLS Kota Tangerang Penuh Haru, Wali Kota Beri Apresiasi

Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Excellent Kota Tangerang saat para ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.
Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Excellent Kota Tangerang saat para ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.

KILAS BANTEN – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Tangerang berlangsung penuh kehangatan. Suasana berbeda terlihat di berbagai sekolah ketika para orang tua, khususnya ayah, datang langsung mengantar anak-anak mereka melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).

Kehadiran para ayah menjadi pemandangan yang menarik perhatian. Momen tersebut tidak hanya menjadi simbol kasih sayang keluarga, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi siswa yang mulai memasuki lingkungan pendidikan baru.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMP Excellent Kota Tangerang. Dalam kesempatan itu, Sachrudin mengapresiasi tingginya partisipasi orang tua yang ikut mendampingi anak-anak mereka pada hari pertama sekolah.

Menurut Sachrudin, hari pertama masuk sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesiapan mental peserta didik. Dukungan keluarga dinilai menjadi modal awal agar anak lebih percaya diri saat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana kehadiran orang tua mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Tadi kita lihat luar biasa semangatnya. Ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang orang tua sekaligus harapan besar agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi dan membanggakan keluarga, bangsa, serta agama,” ujar Sachrudin, Selasa (14/7/2026).

Sidang Gugatan Perdana Sekda Tangsel di PTUN Serang Masih Tertutup

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran yang sama penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Karena itu, komunikasi antara guru dan keluarga harus terus dijaga agar perkembangan setiap peserta didik dapat dipantau secara optimal.

“Orang tua dan guru harus terus membangun komunikasi. Dengan begitu kita bisa bersama-sama memberikan dukungan agar setiap potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal. Mereka adalah generasi penerus yang harus memiliki kualitas sumber daya manusia dan daya saing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan seluruh sekolah di wilayahnya menerapkan konsep MPLS Ramah.

Program tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan maupun perploncoan.

Menurut Wahyudi, pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya sekolah yang positif sejak hari pertama. Dengan lingkungan yang kondusif, siswa baru diharapkan lebih mudah mengenal guru, teman, serta berbagai fasilitas sekolah.

Halal Fest 2026 Dibuka, MUI Kota Tangerang Siapkan Pendampingan Sertifikat Halal Gratis bagi UMKM

“MPLS Ramah bertujuan menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan belajar secara positif sehingga mereka merasa nyaman sejak hari pertama,” ungkap Wahyudi.

Ia juga menyoroti SMP Excellent Kota Tangerang sebagai salah satu sekolah swasta gratis yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tangerang. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima sekitar 360 peserta didik baru.

Selain membebaskan biaya pendidikan, sekolah itu juga menerapkan standar mutu yang setara dengan sekolah negeri. Penguatan pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu fokus utama, termasuk pengenalan coding dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia digital.

Wahyudi berharap pelaksanaan MPLS Ramah yang dipadukan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah mampu memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Tangerang.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan keluarga akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter maupun prestasi siswa.

Bus Sekolah Gratis Disabilitas Tangsel Tuai Pujian, Orang Tua Kini Bisa Hemat hingga Rp150 Ribu per Hari

“Diharapkan, semangat Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dan pelaksanaan MPLS Ramah dapat menjadi awal yang baik dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari para orang tua. Sana Hermanto, warga Kelurahan Benda, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengantar putri bungsunya pada hari pertama sekolah. Ia menilai kehadiran seorang ayah mampu memberikan rasa tenang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak ketika memasuki lingkungan baru.

“Kehadiran ayah di hari pertama masuk sekolah sangat penting karena menjadi momen untuk mengenalkan anak dengan lingkungan sekolah, guru dan teman-teman barunya,” tuturnya.

Pendapat serupa disampaikan Yana Sudayana, warga Batujaya. Ia menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk dukungan moral yang membantu anak menjalani proses adaptasi dengan lebih baik.

“Saya sengaja mendampingi putra saya pada hari pertama sekolah agar lebih percaya diri saat beradaptasi dengan lingkungan baru,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga, Kota Tangerang berharap pelaksanaan MPLS 2026 menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era digital.***

× Advertisement
× Advertisement