Fatayat NU Kota Serang Ngebut Bangun Pendidikan Inklusif, Disdikbud Siap Bersinergi

Kilas Banten
6 Jan 2026 17:03
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Serang tancap gas memperkuat peran perempuan di sektor pendidikan. Organisasi perempuan ini menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, H. Ahmad Nuri, Senin, 5 Januari 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah kolaboratif untuk membangun pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berkeadilan sosial.

Audiensi berlangsung dialogis dan terbuka. Kedua pihak sepakat bahwa persoalan pendidikan di Kota Serang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata. Diperlukan kerja bersama lintas sektor, termasuk peran aktif organisasi perempuan yang dekat dengan keluarga dan komunitas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, H. Ahmad Nuri, mengapresiasi inisiatif PC Fatayat NU yang aktif membangun komunikasi kelembagaan. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya urusan sekolah dan pemerintah. Pendidikan adalah kerja bersama. Organisasi perempuan seperti Fatayat NU punya peran penting karena memiliki kedekatan sosial dan kekuatan kader dalam pembentukan karakter peserta didik,” ujar Ahmad Nuri.

Ia menilai keterlibatan perempuan dalam dunia pendidikan bersifat struktural, bukan sekadar pelengkap. Perempuan memiliki peran strategis dalam penguatan literasi keluarga, pendidikan karakter, serta pendampingan sosial anak dan remaja. Karena itu, Disdikbud Kota Serang membuka ruang kolaborasi yang konstruktif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, PC Fatayat NU Kota Serang memaparkan sejumlah program strategis. Program itu meliputi pendampingan literasi keluarga, penguatan pendidikan karakter berbasis komunitas, edukasi kesadaran gender dan perlindungan anak di lingkungan sekolah, penguatan kepemimpinan perempuan muda, serta pendampingan bagi keluarga dan peserta didik dari kelompok rentan. Seluruh program dirancang partisipatif dan berorientasi jangka panjang.

Kendati demikian, Ketua Umum PC Fatayat NU Kota Serang, Neneng Paridah, menyebut audiensi ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral organisasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai secara utuh, tidak berhenti pada capaian akademik.

“Pendidikan juga soal menanamkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesadaran sosial. Fatayat NU hadir membawa perspektif perempuan yang dekat dengan keluarga, anak, dan komunitas,” kata Neneng, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menambahkan, Fatayat NU berkomitmen mendorong kader perempuan agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah, termasuk dalam perumusan dan pengawalan kebijakan pendidikan.

Menurutnya, keterlibatan perempuan sejak tahap awal akan memperkuat kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Sementara itu, pengurus PC Fatayat NU Kota Serang, Siti Suirat, menilai sinergi dengan Disdikbud sebagai investasi sosial jangka panjang. Ia menekankan kuatnya peran perempuan dalam dunia pendidikan, baik di ruang keluarga maupun masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial saling menguatkan. Tujuannya menciptakan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk menindaklanjuti dialog melalui perencanaan program kolaboratif yang lebih terstruktur. Disdikbud Kota Serang dan PC Fatayat NU sepakat bahwa sinergi pemerintah dan organisasi perempuan menjadi kunci membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan manusia.