Ketua IKA UIN Banten bersama panitia OC saat mempersiapkan pengukuhan akbar yang akan digelar Juni 2026 di Kampus 3 UIN SMH Banten, Kota Serang, Rabu, 6 Mei 2026.KILAS BANTEN – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersiap menggelar agenda besar pada Juni 2026. Organisasi ini merancang pengukuhan kepengurusan secara megah. Panitia juga menyiapkan sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan alumni.
Ketua Umum IKA UIN SMH Banten, Husni Mubarok, menegaskan pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 91 Tahun 2026 tertanggal 9 April 2026.
Husni menyebut, setelah SK terbit, organisasi mulai bergerak lebih sistematis. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur dan peran alumni di berbagai sektor.
“Setelah SK turun, kita sudah membentuk forum nasional IKA-PTKIN se-Indonesia. Ke depan, program-program itu akan diturunkan ke wilayah sebagai bentuk penguatan kerja organisasi,” ujar Husni saat ditemui di Gedung Kampus 3 UIN SMH Banten, Sumurpecung, Kota Serang, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah membentuk panitia pengukuhan dan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga akan diisi agenda produktif.
IKA UIN SMH Banten menargetkan seluruh alumni dari berbagai angkatan dapat bergabung dalam satu wadah. Namun, Husni mengakui proses konsolidasi dilakukan secara bertahap. Hal ini karena alumni tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam.
“Semua alumni itu keniscayaan untuk bergabung. Memang tidak bisa sekaligus, tapi sekarang sudah mulai terkonsolidasi untuk menyukseskan kegiatan ke depan,” katanya.
Selain konsolidasi, organisasi juga fokus memperkuat kelembagaan. Husni menyatakan pihaknya tengah melengkapi perangkat organisasi agar lebih solid dan profesional. Upaya ini dilakukan untuk memastikan IKA memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan program.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), A. Sholahudin, mengungkapkan konsep pengukuhan akan dirancang inklusif. Panitia ingin melibatkan seluruh potensi alumni dalam setiap rangkaian acara.
Salah satu agenda utama adalah bazar UMKM alumni. Panitia akan menyediakan stan bagi alumni yang memiliki usaha. Produk yang ditampilkan mencakup kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif.
“Kita akan membuka stand untuk alumni yang punya usaha. Baik UMKM, karya seni, maupun produk kreatif lainnya. Ini bagian dari upaya mengakomodir potensi alumni,” kata Sholahudin.
Selain bazar, panitia juga menyiapkan job fair khusus bagi alumni. Program ini ditujukan bagi alumni yang belum bekerja. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan antara alumni dan dunia kerja.
Sholahudin menyebut, pihaknya akan menggandeng sejumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dengan kerja sama ini, alumni diharapkan dapat mengakses peluang kerja sesuai kompetensi.
“Kita akan buka job fair dengan menggandeng perusahaan. Harapannya alumni bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan akan digelar dalam satu momentum pengukuhan. Panitia menargetkan acara ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberi dampak nyata.
“Konsepnya bukan sekadar acara besar, tapi juga substansinya jelas, yaitu pemberdayaan alumni,” kata dia.
Dengan berbagai agenda tersebut, pengukuhan IKA UIN Banten diproyeksikan menjadi momentum strategis. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan karier bagi alumni di masa depan.***