Kirab Budaya Lintas Iman Satukan Ramadan 1447 H dan Imlek 2577 di Royal Baroe, FKUB Ajak Warga Kota Serang Ramaikan

Kilas Banten
15 Feb 2026 11:22
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang akan menggelar Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama pada Minggu, 15 Februari 2026. Agenda bertajuk Kirab Budaya Lintas Iman itu dipusatkan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini digelar untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah dan Imlek 2577/2026 Masehi.

 

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengajak seluruh masyarakat hadir dan memeriahkan acara tersebut. Ia menilai kirab budaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi dan mempererat kebersamaan antarumat beragama di Kota Serang.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Serang untuk memeriahkan Kirab Budaya Lintas Iman. Ini bagian dari kebersamaan kita dalam menyambut Ramadan dan Imlek,” ujar KH Matin Syarkowi, Minggu, 15 Februari 2026.

 

Kirab Budaya Lintas Iman akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dari komunitas lintas etnis, suku, dan agama. Panitia menyiapkan pawai budaya serta pentas seni tradisional dan modern. Seluruh rangkaian acara dirancang sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

 

FKUB Kota Serang memandang kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Sementara Imlek menjadi perayaan penting bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Menggabungkan dua momen besar ini dalam satu panggung budaya dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.

 

KH Matin menegaskan bahwa Royal Baroe merupakan ruang publik milik masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh warga ikut menjaga kebersihan dan keindahan kawasan tersebut selama kegiatan berlangsung.

 

“Royal Baroe adalah milik masyarakat Kota Serang. Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahannya,” katanya.

 

Ia menekankan bahwa kebersihan mencerminkan karakter dan kualitas keimanan seseorang. Dalam kesempatan itu, ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW sebagai penguat pesan moral kepada masyarakat.

 

“Saya ingin mengutip satu hadis, afdolul iman qauli la ilaha illallah wa adnaha ima tathatu al-adza ‘anith thariq. Artinya, keimanan paling tinggi adalah mengucapkan la ilaha illallah. Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, termasuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

 

Menurutnya, pesan hadis tersebut relevan dengan kehidupan sosial. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan selama kirab budaya berlangsung merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus wujud iman dalam praktik sehari-hari.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, isu toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi perhatian di berbagai daerah. FKUB Kota Serang berupaya menghadirkan ruang dialog dan perjumpaan melalui pendekatan budaya. Kirab Budaya Lintas Iman menjadi salah satu upaya konkret untuk merawat harmoni di tengah keberagaman.

 

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan saling mengenal dan menghargai perbedaan. Interaksi yang terbangun di ruang publik dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial. FKUB menilai budaya sebagai sarana efektif untuk membangun komunikasi lintas iman tanpa sekat.

 

KH Matin berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda, dapat berpartisipasi aktif. Ia optimistis kegiatan ini akan berjalan tertib dan lancar dengan dukungan semua pihak.

 

“Demikian saya akhiri. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kota Serang toleransi, Kota Serang berbudi,” ucapnya.