Ketua DPW PPP Banten Neng Siti Julaiha saat memberikan arahan dalam Rapimwil I PPP Banten di Tangerang, Sabtu, 2 Mei 2026KILAS BANTEN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Banten mulai mengakselerasi langkah politik menjelang Pemilu 2029. Upaya ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I yang digelar di Tangerang, Sabtu, 2 Mei 2026.
Forum tersebut menjadi momentum awal konsolidasi besar partai. Pengurus dari tingkat wilayah hingga cabang hadir untuk merumuskan strategi menghadapi agenda politik mendatang. Ketua DPW PPP Banten, Neng Siti Julaiha, menegaskan bahwa Rapimwil bukan sekadar agenda seremonial.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai titik penting untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menyatukan visi seluruh kader.
“Pertemuan ini adalah ikhtiar kolektif untuk menata langkah. Kita harus mampu mengurai persoalan agar PPP kembali meraih kepercayaan masyarakat,” ujar Neng Siti Julaiha, dalam keterangannya, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurutnya, PPP Banten dihadapkan pada dua tantangan utama. Pertama, proses verifikasi partai politik yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027. Kedua, kompetisi politik dalam Pemilu 2029 yang diperkirakan akan semakin ketat.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu langkah yang diprioritaskan adalah percepatan pelaksanaan musyawarah cabang di seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan struktur partai menghadapi verifikasi nasional. Selain itu, forum musyawarah cabang juga menjadi ruang regenerasi kepemimpinan di tingkat lokal.
Neng Siti Julaiha juga menyoroti pentingnya menjaga proses demokrasi internal. Ia secara tegas melarang adanya intervensi dari pengurus wilayah dalam pelaksanaan musyawarah cabang.
“Saya tidak mengizinkan pengurus DPW mengintervensi musyawarah cabang. Biarkan DPC memilih kader terbaiknya. Ini penting agar kita siap menghadapi verifikasi,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, aspek administratif turut menjadi perhatian. Ia menekankan bahwa kesiapan kantor sekretariat di tingkat DPC dan PAC merupakan indikator penting dalam proses verifikasi partai.
Dalam Rapimwil tersebut, Neng Julaiha juga melakukan evaluasi terhadap capaian elektoral PPP di Banten. Ia mengakui adanya penurunan kursi di sejumlah daerah pada pemilu sebelumnya.
Kondisi itu, kata dia, harus segera diperbaiki melalui kerja kolektif seluruh kader. Ia menargetkan PPP Banten dapat kembali menjadi kekuatan politik yang signifikan.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Ada daerah yang kursinya menurun. Itu harus kita balikkan. Target kita jelas, PPP Banten harus kembali kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kekuatan partai tidak hanya bergantung pada struktur organisasi. Soliditas kader dan komunikasi yang terbuka juga menjadi faktor penentu keberhasilan.
Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat koordinasi antar lini. Menurutnya, dialog terbuka menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan internal.
“Saya bukan manusia sempurna. Jika ada kekurangan, mari kita diskusikan bersama. Semua demi kebaikan PPP di Banten,” katanya.
Rapimwil I PPP Banten ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian DPW serta ketua dan sekretaris DPC se-Provinsi Banten. Agenda utama yang dibahas meliputi penguatan organisasi melalui musyawarah cabang dan persiapan verifikasi partai politik.
Forum ini juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kinerja partai. PPP Banten berupaya memastikan setiap program berjalan lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, PPP Banten optimistis mampu menghadapi dinamika politik ke depan. Partai ini menargetkan kebangkitan elektoral melalui strategi yang lebih terstruktur serta pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.***