SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangerang

Pemkot Tangerang Buka Jalan Baru Menuju Kemandirian Ekonomi, 100 Warga Digembleng Jadi Pengusaha Kuliner

Peserta pelatihan tata boga mengikuti praktik memasak di SMKN 3 Kota Tangerang sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang digagas Pemerintah Kota Tangerang.
Peserta pelatihan tata boga mengikuti praktik memasak di SMKN 3 Kota Tangerang sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang digagas Pemerintah Kota Tangerang.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dengan membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru di sektor kuliner. Sebanyak 100 warga yang masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mengikuti Pelatihan Tata Boga yang digelar di SMKN 3 Kota Tangerang.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Tangerang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Peserta tidak hanya dibekali kemampuan memasak, tetapi juga diarahkan agar mampu membangun usaha kuliner secara mandiri setelah pelatihan berakhir.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sumber penghasilan baru.

“Melalui pelatihan ini kita ingin memberikan bekal kepada masyarakat agar memiliki kemampuan, membuka peluang usaha, dan menjadi lebih mandiri. Kita berikan kailnya sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Sachrudin, Rabu (8/7/2026).

200 Pencari Kerja Ikuti Walk in Interview Disnaker Kota Tangerang, Bisa Langsung Kontrak Kerja

Ia menilai keterampilan merupakan modal penting untuk membangun usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program pelatihan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan pelatihan tata boga dipilih karena sektor kuliner memiliki peluang usaha yang besar. Selain permintaan pasar yang terus meningkat, bisnis makanan juga dinilai fleksibel karena dapat dimulai dengan modal yang disesuaikan kemampuan masing-masing pelaku usaha.

Minat masyarakat terhadap program tersebut juga cukup tinggi. Dari total 229 pendaftar, hanya 100 peserta yang lolos setelah melalui proses seleksi.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 7 hingga 9 Juli 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 14 hingga 16 Juli 2026. Pembagian jadwal dilakukan agar proses belajar lebih efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan secara optimal.

Acep menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Dinas Sosial akan terus mendampingi peserta yang serius mengembangkan usaha kuliner.

Warga Kota Tangerang Langsung Dapat Pengobatan Gratis dan Pendampingan di Puskesmas, Bukan Sekadar Cek Kesehatan

“Bahkan, bagi yang ingin mengembangkan usahanya dapat mengajukan bantuan modal sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Acep.

Ia mengungkapkan program serupa yang telah digelar sebelumnya berhasil melahirkan pelaku usaha baru. Salah satu alumni kini menjalankan bisnis aneka roti dan mampu memperoleh penghasilan secara mandiri dari usaha tersebut.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pelatihan keterampilan mampu memberikan dampak nyata ketika disertai semangat belajar dan kemauan berwirausaha. Dinas Sosial optimistis pelatihan tahun ini juga akan melahirkan lebih banyak pelaku UMKM baru yang mampu memperkuat perekonomian Kota Tangerang.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Kota Tangerang, Sri Sulastri, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pemkot Tangerang Dorong Ibu Rumah Tangga Jadi Agen Pangan Murah, BULOG Buka Peluang Cuan untuk Kader PKK

Pelatihan tata boga ini merupakan hasil kerja sama Dinas Sosial Kota Tangerang dengan SMKN 3 Kota Tangerang. Fasilitas praktik disediakan oleh sekolah, sementara materi pelatihan disampaikan instruktur profesional dari Indonesian Chef Association. Melalui sinergi tersebut, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, membuka usaha baru, serta ikut mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah.***

× Advertisement
× Advertisement