Rektor UIN SMH Banten Prof Ishom Beri Ultimatum, 61 Program Ormawa Harus Rampung dalam Enam Bulan

Kilas Banten
29 Jun 2026 21:27
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof Muhammad Ishom, memberikan peringatan kepada seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) agar segera mempercepat realisasi program kerja yang telah disusun. Ia menegaskan masih ada 61 program yang wajib dituntaskan dalam enam bulan sisa masa kepengurusan.

 

Arahan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) bertema “Akselerasi Kinerja Ormawa: Menyelaraskan Langkah Menuju Visi Bersama” di Multifunction Hall UIN SMH Banten, Senin (29/6/2026).

 

Kegiatan itu dihadiri Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Ketua SEMA-U, serta seluruh Ketua DEMA Fakultas di lingkungan UIN SMH Banten.

 

Dalam sambutannya, Prof Muhammad Ishom menilai percepatan pelaksanaan program kerja menjadi agenda utama yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, seluruh organisasi mahasiswa harus memperkuat koordinasi agar setiap agenda dapat berjalan efektif, terarah, dan tidak saling berbenturan.

 

Ia juga meminta seluruh hasil pembahasan program yang telah dibahas di Badan Musyawarah Mahasiswa (BMA) maupun Senat Mahasiswa segera diselaraskan. Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar proses penganggaran dapat dipercepat sehingga pelaksanaan kegiatan tidak mengalami hambatan.

 

“Kami memohon program yang telah dibahas di masing-masing BMA maupun SEMA segera dikoordinasikan supaya anggarannya bisa diproses. Kita memiliki tanggung jawab moral dalam statuta kampus untuk menjunjung tinggi nilai Spirituality, Intellectuality, dan Professionality (SIG),” ujar Prof Muhammad Ishom.

 

Selain menekankan penyelesaian program kerja, rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam setiap aktivitas organisasi kemahasiswaan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

 

Menurutnya, sikap kritis merupakan bagian penting dari kehidupan akademik yang harus terus dipelihara. Namun, setiap penyampaian aspirasi harus dilakukan secara bertanggung jawab serta tetap mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan kampus.

 

“Saya tidak akan mengintervensi karena saya juga pernah menjadi aktivis. Silakan mengkritisi isu lokal maupun nasional. Demo juga dipersilakan, tetapi gunakan almamater. Itu bukan untuk membatasi kebebasan mahasiswa, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan kalian,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua SEMA-U, Taosyekh Nawawi, mengapresiasi kehadiran Rektor dalam sidang umum tersebut. Menurutnya, dukungan pimpinan universitas menjadi motivasi bagi seluruh organisasi mahasiswa untuk memperkuat sinergi dan menyamakan arah gerakan.

 

Ia menjelaskan bahwa forum sidang umum menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program kerja sekaligus merumuskan langkah percepatan menjelang berakhirnya masa kepengurusan.

 

“Terima kasih kepada Rektor yang telah hadir. Ini merupakan kehormatan bagi kami. Masa jabatan yang tersisa sekitar tujuh bulan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan program kerja. Forum ini juga menjadi ruang bagi pimpinan SEMA Fakultas menyampaikan aspirasi, masukan, maupun inovasi,” katanya.

 

Di kesempatan yang sama, Ketua DEMA-U Muhamad Syahid mengajak seluruh pimpinan organisasi mahasiswa di tingkat fakultas segera menyusun langkah konkret untuk menyambut mahasiswa baru.

 

Menurut Syahid, Ormawa memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan citra fakultas, peningkatan kualitas kepemimpinan mahasiswa, hingga mendorong terciptanya organisasi yang semakin aktif dan inovatif.

 

“Saya berharap pimpinan fakultas segera mengambil langkah konkret, terutama dalam menyambut mahasiswa baru dan memperkuat branding fakultas agar target PMB tercapai. Saya percaya tidak ada organisasi yang gagal. Yang ada hanyalah cara memimpin yang belum tepat,” ujarnya.

 

Sidang Umum SEMA-U menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pimpinan universitas dan organisasi mahasiswa. Melalui forum ini, seluruh Ormawa diharapkan mampu mempercepat penyelesaian program kerja, meningkatkan koordinasi lintas organisasi, serta mempertahankan budaya akademik yang kritis, profesional, dan kolaboratif.

 

Dengan sisa masa kepengurusan yang semakin singkat, percepatan realisasi 61 program kerja menjadi tantangan sekaligus tolok ukur kinerja organisasi mahasiswa. Pimpinan UIN SMH Banten berharap seluruh target dapat tercapai tepat waktu sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan mendukung terwujudnya visi kampus yang unggul, produktif, dan berdaya saing.***