Wali Kota Tangerang Sachrudin mengikuti aksi tanam pohon pada rangkaian Rakernas XVIII Apeksi di Taman Candika, Kota Medan, sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan.KILAS BANTEN – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengikuti aksi tanam pohon dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Taman Candika, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/7/2026).
Bagi Sachrudin, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni yang rutin digelar dalam agenda pemerintahan. Ia menilai menanam pohon merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus menjadi modal penting bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada masa depan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan dan peningkatan kualitas masyarakat. Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat juga menjadi faktor utama yang akan menentukan kualitas hidup generasi mendatang.
“Tentunya ini sebagai bentuk investasi dalam hal mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri sebagai bentuk dukungan kita terhadap upaya mewujudkan generasi masa depan yang cerah. Karena generasi emas juga tentu harus didukung dan disokong dengan ekosistem dan iklim serta lingkungan yang sehat dan terjaga di masa depan,” ujar Sachrudin.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten. Gerakan tanam pohon, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai simbol kegiatan seremonial, tetapi harus berkembang menjadi budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sachrudin mengatakan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi menjaga kelestarian alam, semakin besar manfaat yang akan dirasakan pada masa mendatang. Menurutnya, lingkungan yang terawat tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya.
“Tentunya jika ini menjadi sebuah gerakan yang massal dan masif maka lingkungan yang sehat dan asri akan dapat dinikmati bersama tidak hanya oleh kita saja melainkan juga untuk anak cucu kita nanti. Inilah yang harus kita upayakan dan budayakan bersama,” kata Sachrudin.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kualitas lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih hijau, nyaman, dan sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin turut memaparkan sejumlah program pelestarian lingkungan yang terus dijalankan Pemerintah Kota Tangerang. Berbagai kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan ialah gerakan urban farming. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menambah ruang hijau di lingkungan permukiman.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga secara rutin melaksanakan hari bebas kendaraan bermotor setiap Jumat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi gas buang kendaraan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Pemerintah Kota Tangerang juga terus menggelar uji emisi kendaraan bermotor secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas udara tetap terjaga sekaligus mengurangi tingkat polusi dari sektor transportasi.
“Melalui gerakan urban farming serta gerakan bebas kendaraan bermotor setiap hari Jumat termasuk juga uji emisi berkala terus kita upayakan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta udara di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.
Keikutsertaan Sachrudin dalam aksi tanam pohon pada Rakernas XVIII Apeksi menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Berbagai program yang dijalankan diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga.
Lebih jauh, gerakan tersebut diharapkan dapat menginspirasi pemerintah daerah lain untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, pembangunan yang berwawasan lingkungan diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada masa depan.***