KILAS BANTEN – Prestasi membanggakan kembali diraih kontingen tinju Kota Tangerang. Tiga atlet binaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang sukses membawa pulang medali emas dalam ajang VIP Boxing Road to Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026. Kejuaraan nasional tersebut berlangsung di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung.
Hasil ini memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang konsisten mencetak atlet tinju berprestasi. Keberhasilan tersebut juga menjadi modal penting menghadapi PON Beladiri 2026 sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan selama ini berjalan ke arah yang positif.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan tim pelatih yang telah bekerja keras sepanjang persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan.
Menurutnya, raihan medali tidak diperoleh secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, pembinaan berkelanjutan, serta semangat juang para atlet saat bertanding.
“Kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh atlet beserta jajaran pelatih yang berhasil membawa pulang medali emas. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang selama ini dijalankan mampu melahirkan atlet-atlet tinju yang memiliki kualitas dan mental juara,” ujar Kaonang, Rabu, 8 Juli 2026.
Selain menjabat sebagai Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang juga merupakan Ketua Pertina Kota Tangerang. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi pada berbagai kejuaraan berikutnya.
Tiga medali emas dipersembahkan oleh Zalfaa Haamidah yang menjadi juara di kelas 54-57 kilogram putri. Medali emas berikutnya diraih Yeremias Tloen pada kelas 51-54 kilogram putri. Sementara Jefranisco tampil sebagai yang terbaik di kelas 60-63 kilogram putra.
Dominasi Kota Tangerang tidak berhenti pada tiga medali emas. Kontingen juga menambah perolehan medali melalui atlet lain yang tampil kompetitif sepanjang kejuaraan.
Deo Marcello berhasil merebut medali perak pada kelas 48 kilogram putra. Claudia Fiorentina juga menyumbangkan medali perak dari kelas 60 kilogram putri. Sementara Arif Maulana melengkapi koleksi medali setelah meraih perunggu pada kelas 81 kilogram putra.
Total raihan medali tersebut menunjukkan kualitas atlet tinju Kota Tangerang terus berkembang. Hasil ini menjadi indikator bahwa sistem pembinaan yang diterapkan mampu menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.
Pemerintah Kota Tangerang menilai pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan dalam satu kejuaraan. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola pembinaan atlet agar semakin efektif dan berkesinambungan.
Evaluasi akan difokuskan pada peningkatan kualitas latihan, penguatan mental bertanding, serta penyusunan program yang lebih terarah. Langkah tersebut diharapkan mampu mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional hingga internasional dengan performa yang lebih maksimal.
Kaonang menegaskan proses pembinaan tidak berhenti setelah kejuaraan selesai. Sebaliknya, setiap hasil pertandingan akan menjadi dasar penyusunan strategi yang lebih matang menuju PON Beladiri 2026.
“Hasil ini akan menjadi evaluasi bersama untuk menyusun program pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan demi lahirnya para atlet tinju yang siap membawa nama harum Kota Tangerang di ajang kejuaraan nasional hingga internasional,” pungkasnya.
Keberhasilan para petinju tersebut menjadi bukti bahwa investasi pembinaan atlet sejak usia dini mulai menunjukkan hasil nyata. Dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, dan para atlet menjadi fondasi penting dalam mencetak prestasi.
Dengan tren positif ini, Kota Tangerang optimistis mampu melahirkan lebih banyak petinju berprestasi. Tidak hanya bersaing di tingkat nasional, para atlet juga diharapkan mampu mengharumkan nama daerah pada ajang internasional dan membawa prestasi gemilang pada PON Beladiri 2026 mendatang.***

