Advertisement
Banten

39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi, Gubernur Banten dan Wali Kota Tangerang Bergerak Cegah Banjir

Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin dan komunitas peduli sungai saat mengikuti aksi bersih-bersih Kali Sabi di kawasan Cibodas, Kota Tangerang.
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin dan komunitas peduli sungai saat mengikuti aksi bersih-bersih Kali Sabi di kawasan Cibodas, Kota Tangerang.

KILAS BANTEN – Upaya pencegahan banjir di Kota Tangerang terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang turun langsung melakukan aksi bersih-bersih Kali Sabi di kawasan Cibodas. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkat dari aliran sungai.

 

Aksi kolaboratif itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang, komunitas peduli lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi bencana hidrometeorologi untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

 

Tumpukan sampah rumah tangga, plastik, dan material lain yang menyumbat aliran air menjadi fokus utama pembersihan. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran sungai dan meningkatnya potensi banjir di wilayah perkotaan.

Wali Kota Serang Budi Rustandi Pastikan Ada Rotasi Eselon II, Alasannya Percepat Program Kerja

 

Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan normalisasi sungai. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai menjadi faktor penting dalam pencegahan banjir.

 

“Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir, salah satunya gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa pencegahan bencana hidrometeorologi adalah tanggung jawab bersama,” ujar Andra Soni, Senin 25 Mei 2026.

 

Baduy Dipilih Jadi Lokasi KKN Nusantara 2026, Prof Ishom Beberkan Alasan Besar di Balik Keputusan Strategis Ini

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten saat ini terus melakukan berbagai langkah penanganan banjir di sejumlah daerah rawan genangan. Salah satunya melalui normalisasi daerah aliran sungai, situ, dan waduk.

 

“Pemerintah Provinsi Banten terus berikhtiar melakukan mitigasi bencana banjir dengan melakukan normalisasi sungai dan situ,” katanya.

 

Menurut Andra, persoalan banjir harus ditangani secara menyeluruh. Tidak hanya lewat proyek fisik, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Pemkot Tangerang Percepat Penataan Jaringan Utilitas Bawah Tanah, Penertiban Kabel Dilakukan Bertahap

 

Hal senada disampaikan Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Ia menilai penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas sektor melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

 

“Pemerintah tidak bisa sendirian dalam mitigasi bencana banjir. Perlu upaya bersama melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, salah satunya komunitas atau masyarakat,” kata Sachrudin.

 

Ia menambahkan, gerakan bersih-bersih sungai harus dilakukan secara konsisten agar aliran air tetap lancar dan tidak dipenuhi sampah yang berpotensi memicu banjir saat curah hujan tinggi.

 

Sachrudin juga memberikan apresiasi kepada Banksasuci Foundation yang selama ini aktif melakukan aksi peduli sungai di Kota Tangerang.

 

“Gerakan bebersih kali harus terus digalakkan. Tentu kami mengapresiasi inisiasi Banksasuci yang secara rutin melakukan aksi bersih-bersih kali,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengungkapkan proses pembersihan Kali Sabi dibagi ke dalam beberapa segmen agar pekerjaan lebih efektif dan maksimal.

 

“Aksi bebersih di Kali Sabi tadi kita bagi segmen dengan UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci. Alhamdulillah 39,7 ton sampah berhasil dibersihkan,” ungkap Ade Yunus.

 

Banyaknya sampah yang ditemukan menunjukkan persoalan kebersihan sungai masih menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan. Penumpukan sampah tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperbesar risiko banjir ketika debit air meningkat.

 

Melalui aksi ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Gerakan bersih sungai juga diharapkan menjadi budaya bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas banjir.***

× Advertisement
× Advertisement