Advertisement
Serang

Wali Kota Serang Raih Penghargaan Kemendikdasmen, Komitmen Lestarikan Bahasa Jawa Serang

Wali Kota Serang Budi Rustandi
Wali Kota Serang Budi Rustandi

KILAS BANTEN – Wali Kota Serang Budi Rustandi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI atas komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan Bahasa Jawa Serang sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap langkah Pemerintah Kota Serang yang dinilai serius membangun pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan, regulasi daerah, hingga penguatan budaya lokal di tengah perkembangan zaman digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penghargaan itu diberikan berdasarkan sejumlah indikator yang menunjukkan keseriusan Kota Serang dalam menjaga eksistensi bahasa ibu di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“Alhamdulillah, Pak Wali Kota Serang, Bapak H. Budi Rustandi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI (Kemendikdasmen RI) atas komitmennya dalam mengembangkan bahasa daerah,” ujar Ahmad Nuri dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Ahmad Nuri, ada lima poin utama yang menjadi dasar penilaian kementerian hingga penghargaan tersebut diberikan kepada Wali Kota Serang.

Bukan Sekadar Membagi Tas Sekolah, Wali Kota Serang Budi Rustandi Ingin Anak Yatim Tetap Percaya Diri

Salah satu poin penting ialah lahirnya regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang penggunaan Bahasa Jawa Serang di satuan pendidikan. Kebijakan itu diperkuat dengan penerapan penggunaan Bahasa Jawa Serang setiap hari Rabu di sekolah-sekolah.

“Pak Wali Kota telah membuat regulasi, membuat Perwal tentang penggunaan bahasa Jawa Serang di satuan pendidikan. Dan kita terjemahkan dalam resolusi 9, menggunakan bahasa Jawa wajib dilakukan tiap hari Rabu,” katanya.

Kebijakan tersebut berjalan seiring diterapkannya muatan lokal Bahasa Jawa dalam kurikulum pendidikan di Kota Serang. Langkah itu dinilai menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

“Ini menjadi pertimbangan khusus bagi kementerian, ternyata di Kota Serang begitu sangat apresiatif dan sangat mendorong terhadap pengembangan, pelestarian, plus menggunakan bahasa Jawa sebagai sebuah kekuatan budaya yang ada di Kota Serang,” lanjut Ahmad Nuri.

Tak hanya melalui regulasi, Pemerintah Kota Serang juga aktif mengembangkan bahasa daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Menariknya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri tanpa membebani APBD.

BOS Kabupaten Serang Dipastikan Bersih, Kadindikbud Ultimatum Kepala Sekolah: Siap Terima Sanksi Pidana Jika Langgar Aturan

“FTBI itu adalah Festival Tunas Bahasa Ibu yang dilakukan di tingkat Kota Serang tanpa membebani APBD. Kita melakukan festival ini secara mandiri dengan melibatkan seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.

Program itu mendapat perhatian dari kementerian karena dianggap menunjukkan kreativitas daerah dalam membangun pelestarian bahasa tanpa ketergantungan anggaran besar.

Prestasi Kota Serang dalam ajang FTBI tingkat Provinsi Banten juga menjadi nilai tambah. Sejumlah siswa asal Kota Serang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan bahasa daerah, termasuk lomba cerita Bahasa Jawa Serang.

“Alhamdulillah mendapat apresiasi dan banyak jenis-jenis lomba lainnya yang masuk di Festival Tunas Bahasa Ibu di tingkat provinsi,” kata Ahmad Nuri.

Faktor lain yang memperkuat penilaian ialah kolaborasi antara Pemerintah Kota Serang dan Kantor Bahasa dalam menyusun berbagai kebijakan pelestarian Bahasa Jawa Serang.

DPRD Desak Pembangunan Puspemkab Serang Dilanjutkan, DPUPR Ungkap APBD 2027 Masih Terbentur Keterbatasan Anggaran

Menurut Ahmad Nuri, Bahasa Jawa Serang bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital.

“Dalam himpitan kemajuan zaman ini bahasa Jawa tidak hilang begitu saja. Karena persentasi ketika berhadapan dengan kaum milenial, gadget, itu kadang-kadang mengabaikan bahasa Jawa Serang atau bahasa-bahasa daerah,” tuturnya.

Ia menegaskan, Kota Serang terus berupaya memadukan perkembangan teknologi dengan penguatan akar budaya lokal agar generasi muda tetap dekat dengan bahasa ibu dan sejarah budayanya.

“Kota Serang telah memadukan antara kekuatan gadget yang berkembang progresif dan masif dengan tidak tercabut dari akar sejarah dan akar bahasanya, yaitu bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa Serang,” ucapnya.

Ahmad Nuri berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Serang untuk terus memperkuat pembangunan berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Semoga dengan prestasi yang ditorehkan ini, kita semakin melakukan pembangunan yang tidak tercabut dari akar budaya dan bahasa lokal sebagai sebuah bentuk pelestarian,” katanya.

Ia juga menyebut penghargaan tersebut menjadi bagian dari legacy kepemimpinan Wali Kota Serang dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

“Terutama kepada Wali Kota Serang yang telah membuat legacy kemajuan kotanya, tapi juga membangun sumber daya manusianya, dan bidang kebudayaannya terus digerakkan terutama tentang bahasa Serang,” tutup Ahmad Nuri.***(ADV)

× Advertisement
× Advertisement