Inflasi Kota Tangerang Cuma 2,36 Persen, Jadi yang Terendah di Banten! Pemkot Klaim Daya Beli Warga Tetap Aman

Kilas Banten
3 Jul 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Tangerang kembali mencatatkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hingga akhir Semester I 2026, tingkat inflasi tahunan atau year on year (yoy) berhasil ditekan di angka 2,36 persen. Capaian tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Banten.

 

Angka tersebut menunjukkan harga barang dan jasa di Kota Tangerang masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali. Pemerintah Kota Tangerang terus menjalankan berbagai strategi agar gejolak harga tidak mengganggu daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional.

 

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Rute Ireng Wicaksono, mengatakan tren inflasi selama triwulan kedua 2026 masih berada dalam jalur yang stabil. Pemerintah secara rutin memantau perkembangan harga berbagai komoditas untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.

 

“Berdasarkan data, inflasi Kota Tangerang mencapai 2,36 persen secara year on year dan 0,57 persen secara month to month dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,19,” ujar Rute, Jumat (3/7/2026).

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang memperlihatkan tren inflasi mengalami kenaikan secara bertahap selama tiga bulan terakhir. Pada April 2026, inflasi tercatat sebesar 1,54 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 1,96 persen pada Mei dan kembali naik menjadi 2,36 persen pada Juni.

 

Meski mengalami kenaikan, laju inflasi tersebut masih berada dalam kategori terkendali. Bahkan, nilainya lebih rendah dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten yang rata-rata mencatatkan inflasi di atas 3 persen.

 

Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Juni 2026. Kelompok ini memberikan kontribusi sebesar 0,87 persen terhadap inflasi tahunan. Sementara itu, sektor transportasi turut menyumbang inflasi sebesar 0,47 persen.

 

Beberapa komoditas pangan juga mengalami kenaikan harga. Air minum dalam kemasan meningkat sebesar 4,97 persen. Harga bawang merah melonjak hingga 10,11 persen. Kenaikan juga terjadi pada kue kering yang naik 7,76 persen, sedangkan minyak goreng mengalami peningkatan sebesar 1,61 persen.

 

Rute menjelaskan bahwa sebagian besar komoditas tersebut memang telah menjadi penyumbang inflasi sejak bulan sebelumnya. Namun demikian, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan sehingga tidak menyebabkan lonjakan inflasi yang signifikan.

 

“Beberapa komoditas penyumbang inflasi pada bulan sebelumnya masih menjadi penyumbang terbesar pada bulan ini. Namun jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten, Kota Tangerang masih menjadi yang terendah karena daerah lain rata-rata berada di atas 3 persen,” katanya.

 

Untuk menjaga kestabilan harga, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi. Salah satu fokus utama adalah memastikan distribusi bahan kebutuhan pokok berjalan lancar sehingga pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami kenaikan yang tajam.

 

Selain itu, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan Program Gampang Sembako. Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Program tersebut diperkuat melalui layanan Bang Sama atau Bentor Pangan Sahabat Masyarakat. Melalui layanan ini, kendaraan pengangkut bahan pangan berkeliling ke berbagai kelurahan untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi.

 

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pengawasan harga, kelancaran distribusi, serta program pangan murah diharapkan mampu menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran yang aman hingga akhir 2026.

 

Capaian inflasi sebesar 2,36 persen juga menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi Kota Tangerang masih cukup kuat menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah optimistis upaya pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.***