KILAS BANTEN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten turun ke jalan pada peringatan May Day 2026. Aksi ini berlangsung di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Sabtu, 2 Mei 2026. Mereka mengangkat dua isu utama sekaligus, yakni persoalan ketenagakerjaan dan krisis pendidikan yang dinilai belum tertangani serius oleh pemerintah.
Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Aksi Dedi Setiawan dan diikuti sekitar 380 hingga hampir 400 peserta dari berbagai cabang PMII di Banten. Massa datang dari sejumlah daerah, seperti Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Serang, Cilegon, hingga Kabupaten Serang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Winah Setiawati, menilai pemerintah seolah menampilkan kondisi yang stabil.
Namun, menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Ia menyebut masih banyak persoalan mendasar yang belum mendapat perhatian serius.
“Negara seolah mempertontonkan bahwa kondisi buruh dan pendidikan baik-baik saja. Padahal faktanya, arah kebijakan pendidikan tidak jelas dan nasib buruh juga tidak menentu,” ujar Winah.
PMII secara sengaja menggabungkan isu pendidikan dan buruh dalam aksi ini. Organisasi tersebut menilai kedua persoalan itu saling berkaitan dan membutuhkan penanganan komprehensif. Mereka melihat kebijakan yang ada masih belum menyentuh akar masalah.
Di sektor pendidikan, PMII menyoroti tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah di Banten. Berdasarkan data lapangan yang mereka himpun, terdapat hampir 200 anak putus sekolah di Kabupaten Serang dan Lebak.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















