Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang mempercepat normalisasi Situ Bulakan dan Sungai Cirarab untuk menekan banjir di Periuk dan Tangerang Raya. Kapasitas tampung air ditarget naik hingga 600 ribu meter kubik.KILAS BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang mulai bergerak cepat menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi ancaman di kawasan Periuk dan sekitarnya. Salah satu langkah besar yang kini dikebut ialah normalisasi dan penurapan Situ Bulakan untuk meningkatkan kapasitas tampung air.
Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Tangerang Sachrudin turun langsung memantau proses pengerjaan normalisasi Situ Bulakan. Keduanya memastikan pengerukan sedimentasi berjalan sesuai target agar fungsi situ sebagai penampung air kembali optimal.
Andra Soni mengatakan sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun membuat daya tampung Situ Bulakan terus berkurang. Akibatnya, air lebih mudah meluap ke permukiman warga saat hujan deras mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya.
“Hari ini kita memantau proses pengangkatan sedimentasi atau normalisasi Situ Bulakan. Saat ini daya tampungnya kurang lebih sekitar 350 ribu meter kubik dan melalui normalisasi ini diharapkan kapasitasnya meningkat hingga 600 ribu meter kubik sehingga mampu mengurangi beban air yang masuk ke lingkungan permukiman,” ujar Andra Soni, Kamis, 21 Mei 2026.
Peningkatan kapasitas hampir dua kali lipat tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan potensi banjir di Kecamatan Periuk. Selama ini Situ Bulakan menjadi salah satu titik penting penampungan air di wilayah tersebut.
Pemprov Banten menilai normalisasi Situ Bulakan tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan melalui normalisasi Sungai Cirarab yang menjadi jalur utama aliran air di kawasan Tangerang Raya.
Menurut Andra Soni, penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas daerah dan lintas instansi. Ia meminta seluruh pemerintah daerah dan dinas terkait memperkuat koordinasi agar proses pengerjaan berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Karena Sungai Cirarab menjadi pendukung utama dalam penanganan banjir di Kota Tangerang dan sekitarnya. Untuk itu saya meminta Dinas PU Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Provinsi Banten untuk terus berkoordinasi agar proses normalisasi berjalan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan penanganan banjir kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu wilayah karena aliran air melintasi banyak daerah.
Ia memastikan seluruh unsur pemerintah daerah mulai dari camat, lurah hingga organisasi perangkat daerah akan terus dikerahkan untuk mempercepat penanganan banjir di lapangan.
“Permasalahan banjir ini menjadi perhatian bersama dan juga perhatian Pak Gubernur. Karena itu kami akan terus memaksimalkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah hingga OPD terkait untuk mempercepat penanganannya,” ujar Sachrudin.
Selain fokus pada Situ Bulakan dan Sungai Cirarab, Pemkot Tangerang juga mulai mengantisipasi potensi banjir di wilayah timur kota. Salah satu langkah yang sedang disiapkan ialah koordinasi penanganan Kali Angke yang selama ini menjadi titik rawan limpasan air saat musim hujan.
Pemerintah daerah juga memperkuat komunikasi dengan wilayah penyangga Jakarta. Sebelumnya, Andra Soni dan Sachrudin telah melakukan koordinasi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penanganan banjir di wilayah perbatasan Kota Tangerang dan DKI Jakarta.
Kolaborasi lintas wilayah dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan. Pemerintah berharap sinergi antara Pemprov Banten, Pemkot Tangerang, dan Pemprov DKI Jakarta dapat menciptakan sistem pengendalian banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sachrudin menegaskan koordinasi antarwilayah akan terus diperkuat agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat.
“Persoalan banjir merupakan masalah lintas wilayah sehingga membutuhkan kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Karena itu koordinasi akan terus kami perkuat bersama pemerintah provinsi maupun daerah sekitar agar penanganannya semakin optimal,” pungkasnya.***